Kamis, 14 Mei 2009

DIALOG AKHIR TAHUN

"apa yang kau tulis, kawan?"

"kau tahu apa yang ku tulis"

"tulisan penyesalan?kenapa baru sekarang kau tulis?

"kau adalah aku. Kau tahu alasanku"

"gak asik!!!"

"keluarlah dari otakku!"

"tanpa aku kau takkan mampu melihat dirimu sendiri"

"............."

"kenapa kau coba usir aku?"

"kau adalah aku"

"kau bisa hidup tanpa aku..."

"... dan aku tahu akibatnya"

"apa akibatnya?"

"kalau aku tahu berarti kaupun tahu itu"

"lalu apa yang membedakan kita?"

"............"

"hahaha... aku bertanya pada diriku sendiri!!!"

"aku bodoh"

"maka berfikirlah"

"aku sedang berfikir"

".........."

"........"

"apa rencanamu di masa depan?"

"jangan tanya. Kau tahu jawabanku"

"hahaha... kau yakin kau akan berhasil?"

"........."

"Usaha apa yang sudah kau lakukan?"

"uffff...gantilah topik"

"oke kalau itu yang kau mau"

"kenapa kau bisa muncul?"

"kenapa kau berhenti menulis?"

"aku ingin icara denganmu"

"untuk perbaiki diri sendiri?"

"100!!! kau benar"

"kenapa kau tak tanya orang lain?"

"kaulah orang lain itu"

"kau membuat dirimu sendiri pusing"

"aku belum pusing"

"apa yang ingin kau tanyakan padaku?"

"kau tahu pertanyaanku, jawablah"

"aku adalah kau, kau tahu jawabanku"

"ayo kita tidur saja"



28 desember 2007











EVIDENCE dan HUJAN

malam yang hangat ditengah hujan
terdiam di sudut kamar bisu
sudah tengah malam dan aku belum mau tidur
hujan ini adalah temanku
dia belum mau pergi

aku seperti orang gila yang mendapatkan mainan baru
aku senang dengan mainan baruku ini
hujan ini temanku, dia belum mau pergi
gemericik, memanggilku untuk bermain
gemericik, seperti dia yang selalu menunggu

tapi dia bukan hujan
kami sama sama saling mengenal satu dan lainnya
tapi dia tak berteman dengan hujan
hujan ini adalah temanku
aku ingin bermain dengannya diluar
tapi sudah malam, dan aku tak boleh bermain diluar
gemericik hujan menungguku
seperti dia menungguku
dia seperti hujan

gemericik dan menunggu


bandung, 7 mei 2009