Saya sudah banyak mendengar berbagai definisi tentang seni. Tapi ternyata definisi seni itu tidak terjangkau oleh masyarakat. Banyak masyarakat memiliki perspektif berbeda mengenai seni. Contohnya arti "seniman" dan "artis". Contohnya, masyarakat menganggap seniman adalah orang yang pekerjaannya menggambar, berpenampilan kumal, dan sedikit gila. Sedangkan artis adalah manusia bertampang cantik yang banyak uang dan nampang di TV. Maknanya sudah bergeser. Siapa yang menggesernya?
TV dan infotainment mungkin memiliki pengaruh besar dalam menggeser makna tersebut. Tapi tentu kita tidak bisa menyalahkan TV begitu saja. Masyarakat juga perlu didikan khusus. Namun celakanya, didikan ini harganya mahal.
Sejak saya kuliah di jurusan seni rupa, saya seperti mendapat definisi mana yang harus saya anut. Celakanya lagi, definisi ini adalah impor! Bikinan orang luar negeri! Sialan! Kemanakah seniman Indonesia? Apakah yang mereka lakukan hanya bertengkar mengenai konsep pameran dan mempermasalahkan komposisi sebuah lukisan?
Celaka!!! Rakyat Indonesia semakin tidak mengerti tentang seni.
Definisi seni hanya ada yang impor, selain itu harganya sangat mahal. Maka bodohlah rakyat indonesia dalam mengerti seni. Tapi peduli amat dengan definisi seni. Seniman besar seperti Affandi saja tidak mengerti apa itu ekspresionisme. Bodoh sekali mempermasalahkan arti seni!!!
Terserah anda!!!
Selasa, 18 November 2008
SEBUAH ARTI SENI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar