Sabtu, 06 Desember 2008

make a change by pocong

Kamis, 27 November 2008

SENIOR TIDAK PERNAH SALAH (WADUX!)

Ini adalah cerita tentang kekecewaan saya terhadap dunia pendidikan. Ini akan menambah panjang daftar keburukan sistem pendidikan yang sekuleristis. Sistem sialan inilah yang membuat bangsa semakin bejat dan akan terus membejat jika tidak segera dihentikan.

Saya pernah mengobrol dengan seorang senior saya di jurusan seni rupa di sebuah Universitas di Bandung yang katanya "hebring pisan". Dia adalah seorang "budayawan" pengikut ajaran dosen yang mengajar dengan gaya sekuleristis. Jujur saya akui dia memiliki wawasan budaya yang lebih luas daripada saya. Namun wawasannya tentang agama saya kira masih kurang. Ini bukan berarti saya lebih hebat dari dia. Bukankah "senior tidak pernah salah"?

Suatu ketika, entah kenapa saya dan senior itu berbicara soal halloween, kemudian melenceng ke budaya dan kemudian belok lagi ke pornografi setelah membicarakan seni. Yup, permasalahan yang sudah basi untuk dibahas. Adakah pornografi merupakan seni? Obrolan penuh kontroversial ini dibicarakan oleh dua mahasiswa berotak dangkal.

"Menggunakan koteka itu enggak porno!" Senior saya mulai sengit. Saya menjawabnya pula dengan jawaban yang tak kalah sengit, "Jelas porno lah!". "Menilai suatu kebudayaan itu harus berdasarkan sudut pandang orang yang bikin budaya", senior saya mencoba mencekokkan argumennya pada otak saya. "Ngomong itu harus ada referensinya...". Saya tanya lagi, "emang referensinya apa?". "Waduh saya lupa Coba deh kamu cari di internet, banyak da". Yah... obrolan yang ngelantur. Saya tanya lagi, "emang definisi porno itu apa sih?". Dia jawab "ya...segala sesuatu yang bisa menimbulkan syahwat". Hahaha!!! Jawabannya itu membuat saya dapat mengira seluas apa wawasan dia tentang obrolan ini. "Rancu atuh kang jawaban kayak gitu mah. Porno itu dalam islam ya membuka aurat (selain membangkitkan syahwat).Jelas kalo pake sistem islam mah. Referensi saya Al-Quran ama hadits". Senior pun menjawab, "Kalo ngomongin agama mah gak bakal selesai-selesai". Obrolan pun makin ngelantur. Senior tetap mempertahankan doktrin "senior tidak pernah salah".

Menilai porno dan seni sangat bergantung dari sudut pandang mana seseorang menilai hal tersebut. Maksud saya, seorang muslim harus memandang porno dan seni ini berdasarkan pandangan islam, bukan dengan sudut pandang suku asmat, apalagi sudut pandang sekuler atau sudut pandang senior saya. Soal sudut pandang ini pun sangat bergantung pada tempat dimana kita berpijak, apakah kita berpijak pada islam, suku asmat, atau berpijak pada suatu referensi sesat. Sangat wajar jika senior saya mempertahankan argumennya itu, sebab dia berdiri diatas menara sekulerisme. Begitu pula suku asmat tidak memandang penggunaan koteka sebagai pornografi. Jadi intinya, anda seorang muslim atau bukan? (lho!?)

Manusia dalam menilai kebenaran selalu menggunakan akalnya. Sudah tentu. Sebenarnya "prinsip kerja" akal itu seperti timbangan, menimbang membandingkan informasi yang sudah didapat. Artinya, akalpun menilai berdasarkan informasi yang didapat. Jika akal dapat menemukan kebenaran, untuk apa Allah mengutus Nabi dan Rasul? Toh para filsafat sejak ribuan tahun lamanya sudah berfikir mencari kebenaran. Sedangkan Rasul dan Nabi sendiri berbicara soal benar dan salah. Ini berarti Allah mengintervensi manusia dalam menemukan kebenaran, sebab dengan akal saja manusia tidak bisa menemukan kebenaran.

“Sesungguhnya kebenaran itu hanyalah dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang menolaknya.” [Al Baqarah 147]

Lalu, apakah Islam akan memusnahkan "koteka"?

Untuk apa koteka!? Islam justru akan mengajari mereka bagaimana cara berpakaian yang baik sehingga mereka akan lebih beradab dalam era globalisasi ini. Biarlah budaya koteka ini menjadi catatan sejarah, seperti halnya di zaman jahiliyah dulu, dimana masyarakat arab mengelilingi ka'bah dengan telanjang (yang mana dulu merupakan suatu budaya juga).

Wanita sendiri, beberapa dari mereka selama ini justru bagaikan barang dagangan yang merendahkan dan memurahkan diri. Mereka dikomersilkan, dan mereka sendiri senang. Seperti melacurkan diri. Mereka bertelanjang dan berlindung dibelakang nama seni. Selama ini banyak orang gila yang berjalan dengan telanjang, apa itu disebut seni? Tentu tidak, sebab mereka tidak waras. Begitu pula manusia yang bertelanjang. Seperti orang gila saja. Lagi pula berseni dengan bertelanjang itu tidak beretika. Ironis sekali, ketidakberetikaan itu dicontohkan dan diajarkan oleh orang dewasa.

Jadi, bila ingin tahu mana yang benar dan yang salah, tanya saja Allah, apakah bertelanjang itu benar atau salah.

Saya jauh jauh kuliah dengan biaya mahal untuk dididik secara sekuleristis. Menyedihkan sekali. Senior? Senior tidak pernah salah. Jika senior salah, yah... namanya juga anak-anak.

Selasa, 18 November 2008

SEBUAH ARTI SENI

Saya sudah banyak mendengar berbagai definisi tentang seni. Tapi ternyata definisi seni itu tidak terjangkau oleh masyarakat. Banyak masyarakat memiliki perspektif berbeda mengenai seni. Contohnya arti "seniman" dan "artis". Contohnya, masyarakat menganggap seniman adalah orang yang pekerjaannya menggambar, berpenampilan kumal, dan sedikit gila. Sedangkan artis adalah manusia bertampang cantik yang banyak uang dan nampang di TV. Maknanya sudah bergeser. Siapa yang menggesernya?

TV dan infotainment mungkin memiliki pengaruh besar dalam menggeser makna tersebut. Tapi tentu kita tidak bisa menyalahkan TV begitu saja. Masyarakat juga perlu didikan khusus. Namun celakanya, didikan ini harganya mahal.

Sejak saya kuliah di jurusan seni rupa, saya seperti mendapat definisi mana yang harus saya anut. Celakanya lagi, definisi ini adalah impor! Bikinan orang luar negeri! Sialan! Kemanakah seniman Indonesia? Apakah yang mereka lakukan hanya bertengkar mengenai konsep pameran dan mempermasalahkan komposisi sebuah lukisan?

Celaka!!! Rakyat Indonesia semakin tidak mengerti tentang seni.

Definisi seni hanya ada yang impor, selain itu harganya sangat mahal. Maka bodohlah rakyat indonesia dalam mengerti seni. Tapi peduli amat dengan definisi seni. Seniman besar seperti Affandi saja tidak mengerti apa itu ekspresionisme. Bodoh sekali mempermasalahkan arti seni!!!

Terserah anda!!!

MONSTER!!!

MAHAL EUUUYYYYY!!!

Yah, kampusku yang mahal...
Saya adalah salah satu mahasiswa di kampus ~yang katanya~ terkemuka di kota Bandung. Tapi rupanya kata "terkemuka" itu perlu dipertanyakan. Terkemuka dalam bidang apa?

Saya memang sok tahu. Kadang saya bisa garang sekali melihat "ketidakadilan". Pasalnya, dikampus saya ketidak adilan semakin menjadi-jadi. Dari mulai uang registrasi yang mahalnya sialan banget, komputer yang error, sampai aturan-aturan yang dibikin sepihak oleh pihak rektorat. Sekarang ketidak adilan itu bertambah, sebab teman-teman saya diharuskan membayar uang parkir. Kebetulan saya tidak punya kendaraan bermotor, tapi saya mempertanyakan, kemanakah semua uang yang mahasiswa bayarkan sehingga parkir saja harus bayar padahal sebelumnya tidak?

Ironis sekali, teman-teman yang saya khawatirkan justru sedang sibuk berpacaran...


Siapapun, marilah kita hancurkan privatisasi dan kapitalisme!!!
Siapkan kubur dan nisan atas nama mereka!!!

OBAT BT #3 (mahir)

Dibawah ini adalah tips menghilangkan boring tingkat mahir. Berbeda dengan dua tops sebelumnya, Anda tidak perlu menyakiti manusia atau hewan lagi karena sekarang akan anda nikmati kebahagiaan pribadi yang "uuggghhh" banget!!!

Alat dan Bahan

1. Madu asli
2. Botol kaca bekas
3. Betadine
4. Tempat yang sepi

Cara Kerja

1. Carilah beberapa botol kaca di tempat pembuangan sampah terdekat.
2. Lumuri botol kaca yang sudah anda temukan dengan madu asli. Madu ini akan menambah sensasi menghilangkat boring tingkat mahir ini.
3. Di tempat yang sepi, anda mulai bisa beraksi. Lemparkan botol kaca yang sudah dilumuri madu asli ke langit setinggi mungkin. Fokuskan pandangan anda pada botol yang anda lempar dan tangkap botol tersebot dengan mulut anda.
4. Bunakan betadine bila anda terluka.

Bagaimana? Tips yang edan bukan? Bila anda menyukai kebersihan, anda bisa mengganti botol bekas dengan kulit buah durian yang dipotong-potong. Madu asli dapat juga anda ganti dengan susu kental manis coklat atau full cream. Sampai Jumpa di Tips berikutnya!!!

OBAT BT #2 (tingkat lanjut)

Berikut ini adalah tips menghilangkan boring tingkat lanjut. Sensasinya lebih asik daripada yang pertama. Perhatikan..

Alat dan Bahan:

1. Tali rafia 50cm
2. Kaleng susu/sarden bekas
3. Seekor kucing.
4. Baskom ukuran sedang
5. Tongkat kayu 20-30cm

Cara Kerja

1. Carilah seekor kucing yang sedang tidur. Bila sang kucing belum tidur jangan anda tiduri. Biarkan saja leleson, yang penting kucing itu sedang diam.
2. Ikatkan salah satu ujung tali rafia pada ekor kucing. Ujung lainnya lagi ikat pada kaleng susu. Ingat, hanya ikat pada ekor kucing, jangan baian tuguh lain.
3. Setelah diikat, biarkan kucing tenang kembali. Disaat paling tenang itulah anda pukul baskom dengan tongkat kayu sekeras mungkin hingga kucing kaget dan ketakutan. Buat si kucing berlari. Si kucing takkan berhenti berlari selama kaleng susu terikat pada ekornya.

Selamat menikmati sensasi menjadi psikopat goblok. Tunggu tips berikutnya!!!

OBAT BT #1 (pemula)

Anda boring?

Kadang rasa boring datang pada manusia normal. Pada manusia yang mengaku tidak normal boring datang lebih jarang daripada manusia normal. Boring bisa terjadi karena senior yang sok ganteng, tugas kuliah, ibu kos yang cerewet, sampai atasan di kantor yang gak tau diri. Ada banyak hal yang membuat boring, namun banyak pula cara menghilangkannya. Dari cara yang konvensional seperti main PS, main sepeda, dan jalan-jalan sampai yang ekstrim seperti panjat tebing atau terjun payung. Namun bila anda ingin tips yang beda dan lebih edan tapi dengan biaya yang murah, anda bisa ikuti tips dibawah ini.

Alat dan Bahan

1. Balsem ekstra HOT! Banyaknya bebas.
2. Sarung tangan karet.
3. Seekor kucing. Yang bujang boleh yang perawan juga enggak masalah.
4. Rasa nekat dan keji.

Cara Kerja

1. Tangkaplah seekor kucing. Kucing garong lebih asoy, tapi bila anda masih takut keganasannya anda bisa ganti dengan kucing anggorra atau persia. Apa aja lah, yang penting jangan bayi kucing. Kasian soalnya.

2. Gunakan sarung tangan karet di tangan kiri anda. Tangan kanan anda harus dipakai untuk mengelus kepala kucing agar kucing tenang. Anda boleh menyeringai selama kucing tidak melihat wajah anda. Menurut Prof. Pocong, kucing adalah hewan yang tingkat kewaspadaannya tinggi.

3. Ambil balsem dengan tangan kiri yang dilapisi sarung tangan karet. Jangan banyak-banyak, dikit aja khasiatnya udah asoy. Hati-hati, ingat kucing adalah hewan pencuriga.

4. Oleskan balsem dengan perlahan pada bagian d***r kucing. Letaknya ada diantara kedua kaki belakangnya.

5. Lepaskan kucing bila reaksi sudah terlihat. Biarkan kucing pergi, tapi diam-diam intiplah apa yang terjadi pada kucing tersebut. Kucing hewan yang pemalu, jadi jangan sampai ketahuan bahwa anda sedang mengintipnya.

Yap! Itulah tips menghilangkan boring yang edan. Kadang kegiatan ini perlu latihan. Bila anda sudah terbiasa anda dapat menggunakan tip penghilang boring yang lebih maju.

Tunggu tips berikutnya!!!