Ada seorang lima anak. Sebut saja Tono ,Toni, dan Tino. Mereka makan permen sambil tidur nyenyak. Setelah permennya habis, merekapun pergi ke sungai untuk mandi. Disungai, mereka lupa akan misi utama mereka, yaitu mencari alien. Mereka malah mencari harta karun. Si Toni yang kakinya digigit onta berkata, "Hai, daku temukan sebuah laptop mahal!!" Katanya sambil mengambil onta itu dan menunjukkannya pada temannya. "Dasar bodoh! Itu kan satelit Palapa 1 yang kemaren jatuh karena kehujanan. Ayo kita kembalikan ke K.U.A. Kita akan dapat reward yang lumayan" timpal Tono. "Jangan!!!kita jual saja pada kaum kapitalis atau oportunis atau eksekutif dan sosialis serta liberalis. Mereka akan mereparasi satelit ini agar bisa berenang lagi.", Tino menambahkan.
Aneh? Emang! kayak gitulah sistem sekarang. Kayak gimana coba? Yak betul, NGACAPRUK! Demokrasi ,kapitalisme, HAM, Sekulerisme, dan Isme-isme yang lain semuanya gak nyambung sama hidup kita.Katanya pengen jaya, tapi demokrasi yang nipu malah dipake. Katanya pengen pinter, tapi pendidikan mahal. Katanya pengen bermoral tapi liberalisme dijunjung tinggi. Atuh sadayana oge makin kacau.
Tau nggak, kata catatan Kementrian Perumahan Rakyat awal Oktober 2007, 9,5 juta keluarga belom punya rumah (watir..), eh pejabat-pejabat di DPR malah mau ngerenovasi rumah dinasnya. Kocek yang dianggarkan berapa coba? 350miliar!!!Gelo,teu nyambung pisan pan!!?? Coba dibeliin kerupuk, ratusan ribu orang bakal mabok kurupuk! Kalo beli baso? Tukang baso sukses jadi juragan baso dan punya peternakan sapi. Terlebih lagi, 17500 keluarga insya Allah pingsan karena mendadak punya rumah sederhana seharga 20 juta. Lumayan kan mengurangi data statistik?
Mau yang lebih ngaco? Pemilu 2009 dananya dianggarkan 47,9 trilliun. Tapi katanya dipangkas jadi 10 trilliun lebih. Duit segitu sangat lebih dari cukup buat modal bikin usaha gorengan. Coba alokasinya buat ngasih modal rakyat kan lumayan bisa ngebasmi pangangguran. Kalo dipake buat demokrasi mah atuh hasilnya juga pemimpin yang ga amanah yang malah menshadaqohkan kekayaan negeri ke kaum kapitalis penjajah.
Wah, masih banyak daftar ke-ngacapruk-an sistem ini. Majalah murah kayak gini gak mampu nulisin semuanya. Semua ini salahnya manusia yang dengan sombong dan sok tau make sistem bobrok buat ngatur kehidupan. Padahal jelas-jelas cuma sistem Islam yang gak ngaco ciptaan Allah SWT (yang paling tau manusia) udah berhasil memakmurkan ribuan umat muslim lebih dari 1000 tahun. Karena selama sepuluh abad lebih itu Syariat Islam benar-benar tegak. Firman Allah SWT dalam surat Thaha ayat 24 :
"Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku(Al-Quran) maka baginyalah kehidupan yang sempit dan pada hari kiamat akan dikumpulkan dalam keadaan buta."
dan Al anfal ayat 24 :
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan"
Dua ayat itu ngebuktiin bahwa karena dibuangnya Syariat Islam lah yang menyebabkan kita hidup kayak gini. Hayo, ayat mana lagi yang bakal kita dustakan? Lagi pula banyak media yang sudah menelanjangi bobroknya sistem bikinan manusia. Sudah terlalu banyak bukti, sekarang tunggu apa lagi?Yah, balik lagi pada umat, apa mau terus ngaco dalam pimpinan penguasa ngaco yang nuntun pada kehinaan atau mau balik lagi pada Islam Rahmatan Lil ‘Alamin?
Wallahu a’lam.
Jumat, 09 Januari 2009
The Capruk
Diposting oleh pocong rider di 01.46 0 komentar
Label: curhat
Normalisme Adalah Abnormal
Beberapa minggu yang lalu saya ngobrol dengan sahabat dekat saya. Entahlah siapa yang memulai obrolan dan sejak kapan obrolan itu dimulai. Apa yang kita obrolkan adalah "jalan hidup", dimana saya menjadikan Islam sebagai jalan hidup yang saya perjuangkan dan saya gunakan untuk menekan kekufuran, termasuk kekufuran yang sudah dianggap biasa (seperti pacaran, demokrasi, dll). Diapun sebenarnya seorang muslim, namun dia memilih islam yang "normal". "Saya mah normalisme ajah!", begitu dia bilang. Normalisme? Oh kawan, apa normalisme yang engkau maksud adalah bersikap seperti orang kebanyakan, termasuk diam menghadapi kekufuran dan netral, tidak berpihak pada "si ideologis islam" dan tidak pula masuk kedalam kekufuran? Oh kawan, normalisme yang kau maksud itu adalah abnormal.
Hidup jaman sekarang susah. Makan pake pajak, mandi bayar, sekolah apalagi, udah gitu penduduknya miskin pula. Orang-orang "normal" bilang, rakyat Indonesia tu pada males. Emang ga sepenuhnya salah, tapi apakah wajar jika setengah dari penduduk Indonesia (sekitar 100 juta lebih) miskin? Kalo miskinnya karena cacat sehingga gak bisa kerja, atau beberapa gelintir orang yang males sih normal-normal aja. Kemana matamu kawan? Lihat tukang becak yang berat mengayuh becaknya ditanjakan, apa dia malas? Lihat juga tukang delman, tiap hari mangkal, apa dia juga malas? Pedagang kaki lima, sopir-sopir angkot, penjaga sekolah yang rajin begadang, tukang mungutin sampah yang gak juga bersih, apa mereka semua pemalas dan cacat? Lalu kenapa dompet-dompet mereka tak kunjung tebal, padahal mereka rajin bekerja, bahkan lebih rajin daripada manusia-manusia yang cuma tidur di DPR dan wanita-wanita yang hanya bisa berjoget didepan pria-pria hidung belang. Apa kau pikir mereka miskin karena pendidikan mereka yang rendah? Siapa yang membuat biaya pendidikan mahal, sehingga anak-anak mereka ikut-ikutan berpendidikan rendah (yang berarti melestarikan kebodohan)? Belum lagi kekayaan alam kita yang disodakohkan habis-habisan dan uang rakyat yang dikorup. Mari samakan persepsi, kita tidak miskin, tapi dimiskinkan.
Uhh, Negara kita menggantung. Buang sajalah politik jika kau muak membicarakannya, mari kita bicara dengan kebudayaan kita. Animisme sudah sejak lama ditinggal mati para kakek-nenek yang menganutnya, tapi pada teknologi yang amat canggihpun kita belum sampai. Siapa orang Indonesia yang pernah menginjak bulan? Nini Anteh? aww man, itu dongeng waktu kita masih ngompol!!! Berhentilah belajar bodoh. Akui saja bahwa teknologi kita masih tertinggal. Indonesia memang sedang berkembang. Tapi berkembang kemana? Apakah turunnya peringkat pendidikan menjadi beberapa tingkat dibawah Malaysia itu sebuah perkembangan? Apakah berpakaian setengah telanjang didepan umum itu juga bentuk perkembangan moral? Apakah maraknya kasus mutilasi, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan hal-hal sialan lainnya itu semua perkembangan? Pergi kemana budaya timur kita? Indonesia didominasi orang muslim, tapi kenapa islam saat ini tidak jadi rahmatan lil alamin? Lalu apa yang berkembang? Oh iya, takhyul dan teknologi berhasil disatukan. Komputer zaman sekarang sudah bisa meramal. Tinggal ketik nama sendiri dan nama pasangan, maka hasil ramalan sudah bisa dilihat. Contoh, ketik saja Monyet Buduk dan pasangannya Anjing Gila, maka hasil ramalannya " Cinta anda akan langgeng". Bwahahaha!!!! Tolol sekali manusia yang percaya ramalan itu!!! Benar benar kemunduran berfikir, logika gak jalan. Mari kita ramal lewat handphone saja, ketik REG spasi NAMA spasi Zodiak. Eh, zodiakmu apa, embe badot atau raja singa? Mau tau zodiak ogut? Pegasus!!!
Eit, jangan dulu berhenti sobat. Kita lihat lagi hal-hal yang membuat kita muak. Akan kubuka matamu selebar mungkin dalam memandang kenyataan. Agar penyakit apatismu sembuh. Kita kan sahabat, takkan kubiarkan sahabatku penyakitan. Lihat sekarang Sukabumi, kota kecil dimana kita hidup. Ada banyak sekali wanita-wanita berpantat tepos memamerkan tali kutangnya (bibi saya pernah bilang, cewek baik-baik pantatnya monyong dan wajahnya bercahaya. Gak percaya? Silakan bandingkan wajah Artis tukang joget dengan wajah gadis paling alim dikampung anda!). Jangan tertawakan aku. Aku tak bermaksud memperhatikan pantat mereka. Aku tahu mereka tepos karena tiap hari aku lihat mereka. Kagak sengaja keliatan gitoh! Ada banyak juga pasangan yang bukan muhrim merayakan kematian seorang pendeta (valentine). Berjalan berpelukan. Berjanji sehidup semati. Sehidup sih iya. Kalo yang satu mati, emang yang satunya lagi mau ikut dikubur? Coba kau Tanya mereka, siapa tuhan mereka. Kebanyakan mereka pasti menjawab, Allah. Lalu kenapa mereka masih saja tak mau menuruti perintah Tuhannya? Kalo ditanya soal itu, biasanya mereka bikin alesan konyol. Mempererat silaturahmi lah, motivasi belajar lah, macem-macem. Berbagai dalih mereka keluarkan untuk membenarkan perbuatan mereka. Lalu kenapa tidak sekalian saja mereka korupsi dengan dalih untuk naik haji, merampok untuk sodakoh, atau maen santet untuk membunuh pejabat yang korup? Bukankah hal itu lebih berguna daripada mempererat silaturahmi melalui pacaran? Rupanya ada banyak sekali manusia-manusia munafik hidup didunia ini. Normalkah mereka?
Hah!? Apa!? Yang keras donk ngomongnya, gak kedengeran nih! Oh, kamu pacaran ya… Kok kamu pacaran sih, pacaran kan dilarang? Pacaran islami? Hahaha! Emang ada pacaran islami? Kalo kamu pacaran islami, ogut mau zina islami aja, korupsi islami, uniko islami, membangkang islami, bokep islami, mabok islami, dan islami apa lagi ya? Silakan tambah sendiri lah, kamu kan kreatif. Tunjukin dalil pacaran islami donk, ada gak? Sobat, zina itu jalan yang keji dan buruk. Udah keji buruk lagi! Gak usah pake istilah islami segala lah.
Liat wajahmu sepertinya kau mulai pusing. Ok, perkecil lingkupnya, kita bicarakan sekolah kita ok? Apatis, penyakit itulah yang menghinggapi otak teman-teman kita. Agustus lalu biaya SPP sekolah kita naik. Makin mahal! Muridnya? Makin mati! Beberapa hari lalu aku lihat juga di mading ada rumus menghitung keberuntungan. Mulai meramal! Yup, logika teman-teman kita telah mati. Setengah mati ketank, mati pisan mah parah teuing!!! Tambah lagi keanehan, ngelegalisir raport staff TU nyuruh kita ngisi kropak buat infak!!! Kita diperas!!! Harga LKS? Selangiiiit! Harga pengayaan?Dua lagiiiiit! Belum lagi kita akan menghadapi acara tahunan sekolah, mau ngundang bintang tamu segala, pungutan lagi coy! Teman-teman kita? Lagi mati, bobo karena tamparan hedonisme yang melenakan dan tak mau tahu dengan teman mereka yang kurang mampu. Empati udah mati. Brutal ya? Inilah keabnormalan, lawan kata dari normalisme yang kau banggakan. Beringas menghadapi penindasan.
Ya sudahlah jika kau muak dengan obrolan ini. Lagi pula akupun ikut muak. Pergi saja dengan penyakit apatismu. Tapi sebagai sahabat aku akan berusaha menyadarkanmu. Aku tahu dalam hati kau mengakui kebenaran yang aku sampaikan. Apatismu membuatmu tidak peduli lingkungan. Masa depan kita sebagai pemuda terancam hancur oleh penyakit apatis semacam itu. Apa yang akan kau lakukan jika masa depan yang hancur datang? Apa yang akan kau lakukan jika SPP mencapai 1 Milyar per bulan? Apa yang akan kau lakukan saat manusia berjalan dengan telanjang? Apa yang akan kau lakukan jika pajak semakin gila!? Saat itukah kau akan menjadi "tidak normal" dan memperjuangkan Islam, atau justru merengek meratapi hancurnya masa depan?
Silakan saja bila kau ingin tetap menganut "normalisme"mu dan netral. Tapi sadarilah, setiap jalan memiliki konsekwensi. Allah telah menyediakan surga bagi siapapun yang berjuang dijalan-Nya, dan neraka bagi siapapun yang membangkangi-Nya. Kalau kau pilih netral, dimana tempatmu nanti? Dan Allah tetap akan menghisab ke-normalisme-an mu. Kau akan dihukum karena kau netral(netral masuk neraka juga donk!).
Diposting oleh pocong rider di 01.43 0 komentar
Label: curhat
An Interview With ...
Warning, Jablai disini bukan artinya Jarang Dibelai, tapi Jarang enggak Dibelai, soalnya mana ada pelacur yang kagak dibelai!?
Sabtu malam, 21 juni 2008
Hari itu pocong bersama teman pocong yang berprofesi sebagai pocong juga keluar malem mingguan mencari mangsa. Kita sekadar ingin tahu mengungkap prostitusi pelajar di sukabumi. Juga sebagai lanjutan hasil investigasi pocong sebelumnya yang enggak dipublikasikan di d’rise. Karena namanya sama-sama pocong, maka kita kasih aja codename pocong 1 dan pocong 2. Pocong 2 bilang ke pocong 1 kemaren pocong 3 ikut nimbrung sama orang yang lagi ngobat. Pocong 3 duduk bersebelahan orang yang lagi sakaw." Wow!Seru nih", pikir pocong 1. "Serem juga sih"
Akhirnya dengan berbekal tiga potong martabak manis seharga 5000 pocong 1 dan pocong 2 berangkat memulai misi. Tak lupa berdo’a kepada Allah atas apa yang akan kita ungkap. Sebagai awalan, kedua pocong nongkrong di alun-alun sambil menikmati martabak dan berkomunikasi dengan seorang informan independent melalui sms. Dari beberapa sms pocong dapet info beberapa tempat operasi pelacur adalah di Lapdek, alun-alun, mayofield mall, dan Dago (Dago disini nama tempat di Sukabumi, bukan Bandung. Cukup sulit untuk membedakan pelacur dan bukan, tapi sang informan menyarankan agar pocong mendekati wanita yang sedang sendirian atau berdua.
Di mesjid agung pocong 3 datang. Mungkin dia mau ikut gabung. Tapi usai shalat magrib, pocong 3 pergi membeli gorengan. Tapi entahlah, setelah beberapa kali sms dan miscall pocong 3 tak kunjung berkumpul kembali. Mungkin pocong 3 ingin menikmati gorengan sendirian. Padahal di tas pocong 1 ada sisa martabak. Ya sudahlah, perburuan kita mulai.
Lapang merdeka. Malam minggu yang keadaannya ada yang gelap, ada yang remang, ada yang terang. Muda-mudi tak tahu malu berkumpul dengan pacarnya masing-masing. Sementara kita (pocong 1 dan pocong 2) berkeliling mencari keanehan. Tapi ternyata malam minggu ini kurang lebih sama saja dengan malam minggu yang lain. Hanya saja sekarang ada panggung hiburan. Tak berapa lama kedua pocong duduk ikut berkerumun bersama mereka yang pacaran sambil menghabiskan sisa martabak. Mata dan telinga benar-benar dipasang. Tapi hal yang dicari-cari tak kunjung datang. Mungkin kurang malem.
Kedua Pocong pun mengalihkan perburuan ke mayofield mall. Tak disangka di depan pintu gerbang pocong 1 bertemu dengan salah satu teman lamanya. Dia usianya beberapa tahun lebih tua dari pocong 1. Pocong 1 kemudian menjadikan dia sebagai informan independen. Informan independen ini rupa-rupanya adalah seorang pengguna jablay (pocong 1 terkejut juga setelah tau temen sendiri jadi ancur). Apa boleh buat, tak ada jablaynya maka pelanggannyalah yang pocong korek keterangan darinya. Codename informan itu "D2O2". Setelah basi-basi yang sangat sebentar, pocong nyeletuk "Eh, bantu cariin jablay dong!". Tak disangka D2o2 mengiyakan! Sang informan kemudian meminta nomor hp pocong dengan alasan nanti mau di misscall. Sip! Pocong 1 kemudian melaporkan hasil basa-basi itu pada pocong 2 yang menunggu depan gerbang mayofield selama pocong 1 basa-basi. Kedua pocong senang. Masuklah kedua pocong ke mayofield mall dengan hati girang kemudian masuk toko buku untuk menunggu misscall. Nggak lama eh si D2o2 ngesms. "lagi dimana?". Kemudian pocong 1 meminta bertemu di depan pintu masuk mall.
Singkatnya bertemulah kedua pocong dengan sang informan. Setelah pocong 2 berkenalan langsung sang informan dibrondong pertanyaan. Dengan obrolan ringan sambil jongkok depan pintu mall, D2o2 menjawab dengan blak-blakan. Informasinya sebenarnya tidak jauh dengan gossip yang kadang-kadang meluncur dari mulut remaja laki-laki tentang fenomena pelacuran. Benar bahwa tempat operasi jablay adalah mayofield mall, lapdek, alun-alun, dan selabintana. Daerah yang paling rame dan sebagai "pusat"nya adalah cianjur. D2o2 tidak menjelaskan apakah cianjur pusat pelacuran di jawa barat atau di Indonesia. Sementara menurut penuturannya juga, Garden City hanya tempat dimana perempuan melakukan "yang standar-standar aja". Maksud D2o2 adalah ciuman. Pocong 1 menambahkan grepe-grepe, dia mengiyakan. Pocong 2 juga menyatakan bahwa di halte pinggir GC itu kalo tengah malem banyak cewek-cewek berpakaian seronok berkumpul. Mungkin sedang menjajakan" dagangannya".
Penuturan yang sedikit mengejutkan yang dodonk berikan adalah bahwa banyak siswa sma sukabumi yang menjadi pelacur, baik itu dari sman1, sman2, sman3, pokoknya sma!Ada juga yang dari smp. Beu, budak leutik bau cingur jadi jablay, anjing! Tarip macem-macem, paling mahal 600ribu. Bego sekali, 600ribu untuk tiket neraka. Di Jakarta konon harga perawan itu 10juta masih laku. Ada juga yang tarifnya 200 ribu. Itu biasanya tante-tante. Bahkan ada yang gratis pula, asal si pelacur dibikin seneng dulu. Caranya bisa dibawa ke tempat wisata seperti puncak atau pelabuhan ratu. Cara ngedapetin jablay kalo mau gampang biasanya dari temen. Pocong 2 sempat bertanya soal latar belakang wanita menjadi pelacur. Si dodong menjawab, kadang pelacuran dilakukan Cuma buat seneng-seneng doang, atau bisa juga si cewek pelacur menginginkan suatu barang tapi kagak kebeli. Kalo bertanya langsung soal latar belakang nanti si cewek jablay bisa ngambek, soalnya ini menyangkut harga diri. Beu, pan pelacuran teh ngajual harga diri bagong! Ngomongkeun soal harga diri deuih... Kalo cewek yang keluar malem itu biasanya uniko. Kalo ada cewek jam 11an malem masih keluyuran bisa jadi itulah mereka sang pelacur sialan. Ditanya soal homo seks atau lesbian, si dodonk menuturkan memang ada. Tapi dia kurang tahu soal hal itu. Salah satu kasus yang dia ketahui hanya soal lesbian. Itu pun si dodong tahu karena mantan pacarnya adalah seorang lesbian. Si cewek nggak ngaku bahwa dia seorang lesbian, tapi si dodonk tau itu (bisa jadi ini Cuma prasangka aja). Soal hubungan seks di kelas, si dodonk mengaku tahu juga soal itu. Pasalnya pernah suatu ketika si dodonk ngumpul dengan teman-temannya di satu kelas. Di kelas itu hanya ada si dodonk dan temannya empat laki-laki dan empat perempuan. Si dodonk hanya menonton saja sedangkan kedelapan temannya ngesex. Katanya sih kalo cuman liat doang mah masih bisa nahan. Anjrit! Goblog pisan barudak ngora teh! Si dodong pun menceritakan pengalamannya ngesex, tapi sungguh tidak pantas untuk diceritakan. Soalnya kalo diceritakan tulisan ini bisa jadi tulisan porno!
Obrolan terus berlanjut hingga mayofield mall tutup. Si dodong bilang dia bisa bantu kalo mau wawancara lagi. Tindak lanjutnya silakan sms aja. Nah bagaimana tindak lanjut kedua pocong ini? Nantikan petualangan pocong berikutnya!
Diposting oleh pocong rider di 01.35 0 komentar
Label: curhat
The Legend of Dipalak
Ehm ehm,, Pengumuman-pengumuman, sodara sodari pembaca sekalian, harap menutup mata karena sebentar lagi akan ada orang gila berteriak "AAAA!!! GUA DIPALAK ORANG BEGOOOO!!!!!!". Sampaikan simpati anda dengan memberi uang 100.000, mengirim parsel/kado atau minimal menelpon ke rumah korban. Sekian pengumuman. Terima kasih.
Wah sumpe lo dipalak? Kapan? Dimana? Sama siapa? Aaah riiieuuut!!! Ogut dipalak di gang belakang Madrasah Yesus (MY). Gang itu emang sepi kayak kuburan. Ditambah ogut jalan sendirian. Sip, saat yang kondusif untuk jadi korban pemalakan. Orang bego itu lagi jongkok, sebentar kemudian ludeslah duit dan HP kesayangan. HP yang "tulangnya" ancur itu? Yang casingnya ditempel pake lakban itu? Yang batrenya udah ngedrop? Lu ga apa apa kan? Kenapa gak dilawan? Dia bawa golok coy, pilih aja mending out celaka mending HP celaka? Orangnya sih biarin genjur juga asal HP nya selamet. Sompret!!! tanggung udah malak HP butut diambil sekalian. Yah itulah orang bego yang berani masuk neraka dengan ngambil HP butut. Padahal ngerampok bank aja sekalian. Hei Pocong D’Rise, brani gak kamu ungkap tuh kasus pemalakan?
Ogut jadi inget komik lama yang judulnya Hokuto no Ken (Fist of The North Star, di Indonesia judulnya Tinju Bintang Utara). Diceritain tahun 20XX ada ledakan besar dari bom nuklir. Ledakan itu mengakibatkan ekosistem hancur. Cuaca panas, sawah tandus, sumur kering, orangnya? Ceking-ceking!!! Celakanya para pejabat malah menyiksa rakyat. Malah cewek cewek cakep pada diculik dengan alasan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Sulitnya bertahan hidup bikin orang-orang pada jahat. Warteg-warteg dan warkop-warkop pada dirampok. Yang lemah diinjak-injak. Pokoknya sadislah.
Geblek bener, gak beda jauh ama sekarang. Tukang palak bego itupun kayaknya kelaperan. Abisnya galak sih. Perlu diketahui orang Indonesia tuh kalo kenyang jadi oon kalo laper jadi galak. Hidup di Indonesia emang sulit. Negeri lumbung padi ini malah mengimpor beras. Bahkan dari salah satu stasiun TV dikatakan bahwa Indonesia negeri penghasil minyak sawit terbesar dunia. Kok minyak goreng harganya mahal amat. Akibatnya cari makan susah, dah gitu orang-orang jadi kelaperan, kalo udah laper kepaksa malak. Kalo harga sembako naik lagi? Cari makan masik susah, makin laper dan… Makin rajin malak!!!
Kalau saja tukang palak itu tahu bahwa malak itu dosa pasti dia pikir-pikir lagi. Begitulah pendidikan sekuler, agama dipisah dengan dunia. Ah di pelajaran PPKn kan dikasih tau kita tuh gak boleh ngerampok. Emang sih, tapi kok ada aja tukang palak. Jangankan om-om, temen sekelas aja ada yang pernah malak. Ada beberapa kemungkinan. Pertama, tukang palak itu otaknya segede kacang. Kedua, tukang palak itu tidur di jam belajar. Ketiga, tukang palak itu gak pernah makan bangku sekolah!!! Salah siapa sekolah mahal hayo? SMA di Sukabumi bayaran perbulannya ada gak yang dibawah 50ribu?
Yah udah tanggung dipalak, ngapain ngomongin tukang palak lagi? Pokoknya ini bukan cuma masalah keamanan. Ini juga masalah kemiskinan. Bagaimana mungkin kasus-kasus kriminal seperti itu bisa ilang sementara kemiskinan masih melanda? Bagaimana kemiskinan bisa hilang kalo harga sembako mahal, sekolah mahal, minyak mahal, kekayaan disodakohkan abis-abisan. Bagaimana harga sembako bisa murah kalo negeri ini dipimpin sama pejabat yang gak sayang rakyat? Gimana mau sayang rakyat kalo kapitalisme dan sekulerisme masih nempel? Gimana mau memusnahkan kapitalisme kalo generasi mudanya bergaya hidup hedonis? Gimana mau ngancurin segala kekufuran sedangkan syariat islam gak dipake?
Kawan, inilah akibatnya kalo syariat islam dibuang. Kalo gak mau dipalak tegakkan syariat islam, Insya Allah. Sini adik-adikku, kakak jelaskan bagaimana caranya berusaha menegakkan syariat Islam. Caranya Psssst-pssst-pst-psssst (bisik-bisik).
Yup, dakwahkan Islam. Dakwahkan meski hanya tahu satu ayat. Jangan gentar dibilang munafik, karena orang yang tahu perintah Tuhannya tapi tak mau menjalankan adalah jauh lebih munafik. Jangan takut disebut sok Ustad karena orang muslim yang gak berkelakuan Islami adalah sok kafir. Jangan takut disebut fanatik karena orang yang beriman harus masuk kepada islam secara total keseluruhan. Dakwah adalah kewajiban. Islam takkan pernah maju tanpa dakwah, karena itu…
Ayo cepet dakwah!!! Mau nunggu dipalak dulu ya!?
Diposting oleh pocong rider di 01.28 0 komentar
Label: curhat
Nikreuh is Our Way
Tengah Malam, Musik Pengiring : My Bonie (Pancaran Sinar Petromak) “..Oh bring bek mai boni tu mi!!!”
Ternyata jadi seorang pengangguran itu sangat membosankan. Paling menghabiskan waktu dengan tidur siang, main game , atau nonton TV. Bayangkan betapa membosankannya hari-hari kalian bila hanya melihat monitor dan disuguhi tontonan darah ,pembunuhan, bualan, kisah-kisah perselingkuhan-cintasegitiga, kontes-kontes busuk, lagu-lagu cengeng, dan lawakan-lawakan yang garing. Saya ingin bergerak! Menggergaji, memukul, mencoret, membuat sebuah masterpiece kemudian menghancurkannya. Apa saja yang bisa mengusir kebosanan. Berkarya!!! Aku ingin berkarya!!! Sebuah karya monumental!!! Tapi perhatian saya teralihkan…
“SBY-JK MANA JANJIMU!?” itu sebuah tulisan demonstran yang saya lihat di TV. Ada juga yang lain “BBM NAIK RAKYAT LAPAR!”. Sang penguasa negeri berdusta. Kemudian anak-anak pengamen yang sedang digusur dipertontonkan. Tak ketinggalan harga sembako naik sampai 70%. Dan segala kegilaan lain yang membuat kehidupan makin berat. Kesalahan yang diulang-ulang. Pemimpin dan pejabat tak mau belajar dari pengalaman. Solusi yang ditawarkan di acara-acara debat maupun parodi-parodi politik di TV tak ada yang benar-benar mampu menyelesaikan masalah. Begitu pula buku-buku politik, isinya tak mampu beri solusi. Orang-orang tua sibuk mencari uang (sambil mencuci tangan?). Mereka berjuang mempertahankan hidup. Sementara yang muda bersenang-senang. Mabuk, menipu, membolos, memalak, pacaran, bergaya, sok kaya, sok pintar, dan semua sampah-sampah peradaban. Hanya beberapa gelintir yang berjuang. Berteriak-teriak dan seruan mereka diacuhkan.
Ini dia omong kosong demokrasi. Ide khayalan yang amat diagung-agungkan dipaksa menjadi sistem kehidupan. Mati-matian dibela, bahkan oleh mereka yang tertindas. Jika demokrasi benar-benar sistem yang mampu mensejahterakan kenapa masih ada orang-orang yang berpanas-panasan demonstrasi meminta harga BBM turun? Bukankah seharusnya mereka berleha-leha tidur siang karena kekenyangan? Masih proses? Indonesia sudah merdeka setengah abad lebih oy!Fakta sudah membuktikan. “Konsep tolol ekonomi…jelata gigit jari”, begitu purgatory (sebuah band) berteriak-teriak dalam lagunya. Dan fenomena lain seperti digusurnya para gelandangan dan pengamen tanpa diberi modal untuk bertahan hidup adalah pembunuhan secara perlahan. Kekonyolan seperti kewajiban belajar 9 tahun tetapi dengan biaya mahal dan sistem pendidikan yang aneh adalah pemerasan dan pembodohan.Pendidikan gratis? Kapan? Ada Punglinya (pungutan liar)enggak? Guru masih kurang gaji pasti cari “tambahan penghasilan”. Kesehatan? Mahal nian… Orang miskin dilarang sakit! Konversi minyak ke gas? Kompor gasnya ternyata banyak yang rusak! Mana bisa orang masak pake kompor rusak? Solusi BLT plus (Bantuan Langsung Tunai) apa gunanya? Plus-nya plus ngantri berjam-jam sampe sekarat. Rawan korupsi!!!Lagi pula uang 100.000 apakah seimbang dengan harga sembako dan minyak yang “sangat murah”? RASKIN pun kenyataannya banyak digelapkan. (Coba deh baca Koran yang agak lamaan,banyak berita kayak gini. Kalo mau yang anget ntar Koran bekas bungkus martabak).Dua solusi itu tidak pernah tepat sasaran. Lha data jumlah penduduk miskinnya aja enggak akurat. Kalaupun sesuai target pasti akan membuat rakyat bergantung pada BLT dan RASKIN. Saya pikir lebih baik dana BLT dan RASKIN diberikan sebagai modal rakyat untuk bekerja. Walaupun tidak menjamin kemakmuran setidaknya itu lebih baik. Anda kreatif? Silakan tambah daftar penderitaan rakyat. Demokrasi udah ngasih rakyat apa? Hadiah kelaparan?
Ada suatu kasus tentang kematian seorang kakek di suatu desa. Si kakek meninggal secara normal, karena umur yang tua dan penyakit yang parah. Berobat sudah kesana kemari. Namun semua usahanya tak mampu menahan malaikat maut untuk menangguhkan kematiannya. Keanehan justru terjadi ketika jenazah si kakek akan dimasukkan ke liang lahat. Ketika tali pocong dibuka, si mayat kakek berteriak senang ,“Eh, ketemu lagi!!!”. Kejadian setelah itu kurang jelas, sebab nara sumbernya gak bisa dipercaya.(Ngacapruk ieu mah).
Yang ini asli… di suatu daerah beberapa kelompok manusia bahkan mulai berpindah mengkonsumsi singkong dari pada beli beras. Harga singkong masih murah, selembar goceng bisa dapet tiga kilo singkong. Kalo belinya beras cuman sekilo. Itu kata seorang pembeli yang diwawancara di sebuah Koran. Itu hadiah demokrasi, memaksa rakyat untuk lebih berhemat agar bisa bertahan hidup. Hemat terus mah jadi pelit ama diri sendiri dong. Masak nanti-nanti hematnya sampe makan sekali sehari sepiring berdua? Kurang gizi deh. Masak badan sendiri gak dikasih gizi? Nutrisi untuk otak? Nomer seribu! Oon gak apa-apa yang penting perut kenyang dulu. Tau gak cara khalifah Umar mengatasi krisis tempo doeloe? Khalifah berhenti makan daging ama keju. Tiap hari Cuma makan roti kering sama zaitun. Sampai perutnya keroncongan dan sang Khalifah benar-benar merasakan penderitaan rakyat. Selain itu beliau menghimbau rakyatnya untuk berhemat. Gak boleh ada perjamuan yang menyuguhkah kombinasi daging dan keju. Menghimbau rakyatnya untuk berinfak. Kas Negara dikasih buat yang bener-bener krisis. Tak lupa menyuruh rakyatnya bertobat dan berdoa agar krisis cepat selesai. Akhirnya krisis dilalui. Wakil rakyat yang dipilih dengan demokrasi? Tak pernah saya dengar/ baca ada pejabat Negara seperti itu. Bahkan tokoh-tokoh parpol yang giat mengkritik kondisi negara. Padahal trik seperti itu bisa dipake kampanye.
Terkait dengan mahalnya BBM, tentu memaksa rakyat untuk hemat juga. Penggunaan kendaraan bermotor semakin berkurang. Asyiik Global Warming sedikit teratasi!!! Saatnya naik sepeda kesekolah ke pasar dan kemana-mana! Tapi harga barang masih mahal cing. Inget kasus pemalakan di d’rise edisi tujuh kemarin? Awas aya begal… itu kemungkinan awal. Kemungkinan lainnya, jalanan bakal penuh paku, soalnya tukang tambal ban sepeda perlu duit juga. Udah gitu, biaya nambal ban seharga dengan satu liter bensin (waks!parah amat!). Kas Negara pun menipis karena berbagai hal. Inget , pemasukan kas terbesar negeri kita ini adalah pajak. Maka sepeda pun pake pajak. Enggak lupa, yang naik sepeda wajib pake helm, punya SIM, dan pake sabuk pengaman. Yang gak pake kena tilang. Ujungnya, nyikreuhlah (artinya kira-kira jalan kaki) rakyat Indonesia. Nyikreuh yang saat ini adalah my way akan jadi your way. Yes, nyikreuh is our way..
Saya jadi ingat filosofi tangan (sebut aja gitu) yang saya dengar dari seorang punakawan berkulit hitam. Katanya kalau kita mengacungkan jari telunjuk menuduh orang lain, sebenarnya jari yang lain justru menuduh diri sendiri. Dari tadi saya bicarakan ide-ide dan solusi orang lain. Saya bosan dan kalian pun tentu muak. Kita perlu solusi baru! Bagaimana kalau Negara ini kita bubarkan saja? Seperti kata guru saya, ganti nama negaranya, ganti pemimpinnya, ganti pejabatnya, pokoknya ganti semuanya!!! Hehehe, tidak seperti itu kok. Revolusi! Revolusi dengan sistem Islam. Revolusi yang tidak berdarah. Seperti yang telah terjadi pada Islam ketika negara islam pertama kali terbentuk di Madinah. Dengan kehidupan rakyat yang makmur. Bahkan 12 abad Khilafah (Negara Islam) berdiri kasus pencurian hanya 200 .Saking makmurnya! Ini bukan teori, bukan khayalan, Islam telah berhasil diterapkan di masa lalu dan pasti kesuksesan itu akan terulang. Bila seluruh umat mengerti akan pentingnya syariah islam, maka apa yang akan menghalangi revolusi damai?
Nah kembali dengan demokrasi. kedaulatan di tangan rakyat Cuma retorika. Dengan realita seperti ini untuk apa berdemo? Panas-panasan doank! Pecat saja langsung pemimpin dan pejabat-pejabatnya. Bukankah yang mengangkat mereka itu kalian, hai rakyat!? Bukankah kalian itu berkuasa? Akhiri penipuan besar-besaran ini! Mari hancurkan demokrasi!!! Jangan sampai demokrasi membuat nyikreuh menjadi our way!!
DOWN DOWN KUFR, RISE RISE ISLAM!!!
Diposting oleh pocong rider di 01.27 0 komentar
Label: curhat
Kamis, 27 November 2008
SENIOR TIDAK PERNAH SALAH (WADUX!)
Ini adalah cerita tentang kekecewaan saya terhadap dunia pendidikan. Ini akan menambah panjang daftar keburukan sistem pendidikan yang sekuleristis. Sistem sialan inilah yang membuat bangsa semakin bejat dan akan terus membejat jika tidak segera dihentikan.
Saya pernah mengobrol dengan seorang senior saya di jurusan seni rupa di sebuah Universitas di Bandung yang katanya "hebring pisan". Dia adalah seorang "budayawan" pengikut ajaran dosen yang mengajar dengan gaya sekuleristis. Jujur saya akui dia memiliki wawasan budaya yang lebih luas daripada saya. Namun wawasannya tentang agama saya kira masih kurang. Ini bukan berarti saya lebih hebat dari dia. Bukankah "senior tidak pernah salah"?
Suatu ketika, entah kenapa saya dan senior itu berbicara soal halloween, kemudian melenceng ke budaya dan kemudian belok lagi ke pornografi setelah membicarakan seni. Yup, permasalahan yang sudah basi untuk dibahas. Adakah pornografi merupakan seni? Obrolan penuh kontroversial ini dibicarakan oleh dua mahasiswa berotak dangkal.
"Menggunakan koteka itu enggak porno!" Senior saya mulai sengit. Saya menjawabnya pula dengan jawaban yang tak kalah sengit, "Jelas porno lah!". "Menilai suatu kebudayaan itu harus berdasarkan sudut pandang orang yang bikin budaya", senior saya mencoba mencekokkan argumennya pada otak saya. "Ngomong itu harus ada referensinya...". Saya tanya lagi, "emang referensinya apa?". "Waduh saya lupa Coba deh kamu cari di internet, banyak da". Yah... obrolan yang ngelantur. Saya tanya lagi, "emang definisi porno itu apa sih?". Dia jawab "ya...segala sesuatu yang bisa menimbulkan syahwat". Hahaha!!! Jawabannya itu membuat saya dapat mengira seluas apa wawasan dia tentang obrolan ini. "Rancu atuh kang jawaban kayak gitu mah. Porno itu dalam islam ya membuka aurat (selain membangkitkan syahwat).Jelas kalo pake sistem islam mah. Referensi saya Al-Quran ama hadits". Senior pun menjawab, "Kalo ngomongin agama mah gak bakal selesai-selesai". Obrolan pun makin ngelantur. Senior tetap mempertahankan doktrin "senior tidak pernah salah".
Menilai porno dan seni sangat bergantung dari sudut pandang mana seseorang menilai hal tersebut. Maksud saya, seorang muslim harus memandang porno dan seni ini berdasarkan pandangan islam, bukan dengan sudut pandang suku asmat, apalagi sudut pandang sekuler atau sudut pandang senior saya. Soal sudut pandang ini pun sangat bergantung pada tempat dimana kita berpijak, apakah kita berpijak pada islam, suku asmat, atau berpijak pada suatu referensi sesat. Sangat wajar jika senior saya mempertahankan argumennya itu, sebab dia berdiri diatas menara sekulerisme. Begitu pula suku asmat tidak memandang penggunaan koteka sebagai pornografi. Jadi intinya, anda seorang muslim atau bukan? (lho!?)
Manusia dalam menilai kebenaran selalu menggunakan akalnya. Sudah tentu. Sebenarnya "prinsip kerja" akal itu seperti timbangan, menimbang membandingkan informasi yang sudah didapat. Artinya, akalpun menilai berdasarkan informasi yang didapat. Jika akal dapat menemukan kebenaran, untuk apa Allah mengutus Nabi dan Rasul? Toh para filsafat sejak ribuan tahun lamanya sudah berfikir mencari kebenaran. Sedangkan Rasul dan Nabi sendiri berbicara soal benar dan salah. Ini berarti Allah mengintervensi manusia dalam menemukan kebenaran, sebab dengan akal saja manusia tidak bisa menemukan kebenaran.
“Sesungguhnya kebenaran itu hanyalah dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang menolaknya.” [Al Baqarah 147]
Lalu, apakah Islam akan memusnahkan "koteka"?
Untuk apa koteka!? Islam justru akan mengajari mereka bagaimana cara berpakaian yang baik sehingga mereka akan lebih beradab dalam era globalisasi ini. Biarlah budaya koteka ini menjadi catatan sejarah, seperti halnya di zaman jahiliyah dulu, dimana masyarakat arab mengelilingi ka'bah dengan telanjang (yang mana dulu merupakan suatu budaya juga).
Wanita sendiri, beberapa dari mereka selama ini justru bagaikan barang dagangan yang merendahkan dan memurahkan diri. Mereka dikomersilkan, dan mereka sendiri senang. Seperti melacurkan diri. Mereka bertelanjang dan berlindung dibelakang nama seni. Selama ini banyak orang gila yang berjalan dengan telanjang, apa itu disebut seni? Tentu tidak, sebab mereka tidak waras. Begitu pula manusia yang bertelanjang. Seperti orang gila saja. Lagi pula berseni dengan bertelanjang itu tidak beretika. Ironis sekali, ketidakberetikaan itu dicontohkan dan diajarkan oleh orang dewasa.
Jadi, bila ingin tahu mana yang benar dan yang salah, tanya saja Allah, apakah bertelanjang itu benar atau salah.
Saya jauh jauh kuliah dengan biaya mahal untuk dididik secara sekuleristis. Menyedihkan sekali. Senior? Senior tidak pernah salah. Jika senior salah, yah... namanya juga anak-anak.
Diposting oleh pocong rider di 19.15 3 komentar
Label: curhat
Selasa, 18 November 2008
MONSTER!!!
MAHAL EUUUYYYYY!!!
Yah, kampusku yang mahal...
Saya adalah salah satu mahasiswa di kampus ~yang katanya~ terkemuka di kota Bandung. Tapi rupanya kata "terkemuka" itu perlu dipertanyakan. Terkemuka dalam bidang apa?
Saya memang sok tahu. Kadang saya bisa garang sekali melihat "ketidakadilan". Pasalnya, dikampus saya ketidak adilan semakin menjadi-jadi. Dari mulai uang registrasi yang mahalnya sialan banget, komputer yang error, sampai aturan-aturan yang dibikin sepihak oleh pihak rektorat. Sekarang ketidak adilan itu bertambah, sebab teman-teman saya diharuskan membayar uang parkir. Kebetulan saya tidak punya kendaraan bermotor, tapi saya mempertanyakan, kemanakah semua uang yang mahasiswa bayarkan sehingga parkir saja harus bayar padahal sebelumnya tidak?
Ironis sekali, teman-teman yang saya khawatirkan justru sedang sibuk berpacaran...
Siapapun, marilah kita hancurkan privatisasi dan kapitalisme!!!
Siapkan kubur dan nisan atas nama mereka!!!
Diposting oleh pocong rider di 02.28 0 komentar
Label: curhat
