Warning, Jablai disini bukan artinya Jarang Dibelai, tapi Jarang enggak Dibelai, soalnya mana ada pelacur yang kagak dibelai!?
Sabtu malam, 21 juni 2008
Hari itu pocong bersama teman pocong yang berprofesi sebagai pocong juga keluar malem mingguan mencari mangsa. Kita sekadar ingin tahu mengungkap prostitusi pelajar di sukabumi. Juga sebagai lanjutan hasil investigasi pocong sebelumnya yang enggak dipublikasikan di d’rise. Karena namanya sama-sama pocong, maka kita kasih aja codename pocong 1 dan pocong 2. Pocong 2 bilang ke pocong 1 kemaren pocong 3 ikut nimbrung sama orang yang lagi ngobat. Pocong 3 duduk bersebelahan orang yang lagi sakaw." Wow!Seru nih", pikir pocong 1. "Serem juga sih"
Akhirnya dengan berbekal tiga potong martabak manis seharga 5000 pocong 1 dan pocong 2 berangkat memulai misi. Tak lupa berdo’a kepada Allah atas apa yang akan kita ungkap. Sebagai awalan, kedua pocong nongkrong di alun-alun sambil menikmati martabak dan berkomunikasi dengan seorang informan independent melalui sms. Dari beberapa sms pocong dapet info beberapa tempat operasi pelacur adalah di Lapdek, alun-alun, mayofield mall, dan Dago (Dago disini nama tempat di Sukabumi, bukan Bandung. Cukup sulit untuk membedakan pelacur dan bukan, tapi sang informan menyarankan agar pocong mendekati wanita yang sedang sendirian atau berdua.
Di mesjid agung pocong 3 datang. Mungkin dia mau ikut gabung. Tapi usai shalat magrib, pocong 3 pergi membeli gorengan. Tapi entahlah, setelah beberapa kali sms dan miscall pocong 3 tak kunjung berkumpul kembali. Mungkin pocong 3 ingin menikmati gorengan sendirian. Padahal di tas pocong 1 ada sisa martabak. Ya sudahlah, perburuan kita mulai.
Lapang merdeka. Malam minggu yang keadaannya ada yang gelap, ada yang remang, ada yang terang. Muda-mudi tak tahu malu berkumpul dengan pacarnya masing-masing. Sementara kita (pocong 1 dan pocong 2) berkeliling mencari keanehan. Tapi ternyata malam minggu ini kurang lebih sama saja dengan malam minggu yang lain. Hanya saja sekarang ada panggung hiburan. Tak berapa lama kedua pocong duduk ikut berkerumun bersama mereka yang pacaran sambil menghabiskan sisa martabak. Mata dan telinga benar-benar dipasang. Tapi hal yang dicari-cari tak kunjung datang. Mungkin kurang malem.
Kedua Pocong pun mengalihkan perburuan ke mayofield mall. Tak disangka di depan pintu gerbang pocong 1 bertemu dengan salah satu teman lamanya. Dia usianya beberapa tahun lebih tua dari pocong 1. Pocong 1 kemudian menjadikan dia sebagai informan independen. Informan independen ini rupa-rupanya adalah seorang pengguna jablay (pocong 1 terkejut juga setelah tau temen sendiri jadi ancur). Apa boleh buat, tak ada jablaynya maka pelanggannyalah yang pocong korek keterangan darinya. Codename informan itu "D2O2". Setelah basi-basi yang sangat sebentar, pocong nyeletuk "Eh, bantu cariin jablay dong!". Tak disangka D2o2 mengiyakan! Sang informan kemudian meminta nomor hp pocong dengan alasan nanti mau di misscall. Sip! Pocong 1 kemudian melaporkan hasil basa-basi itu pada pocong 2 yang menunggu depan gerbang mayofield selama pocong 1 basa-basi. Kedua pocong senang. Masuklah kedua pocong ke mayofield mall dengan hati girang kemudian masuk toko buku untuk menunggu misscall. Nggak lama eh si D2o2 ngesms. "lagi dimana?". Kemudian pocong 1 meminta bertemu di depan pintu masuk mall.
Singkatnya bertemulah kedua pocong dengan sang informan. Setelah pocong 2 berkenalan langsung sang informan dibrondong pertanyaan. Dengan obrolan ringan sambil jongkok depan pintu mall, D2o2 menjawab dengan blak-blakan. Informasinya sebenarnya tidak jauh dengan gossip yang kadang-kadang meluncur dari mulut remaja laki-laki tentang fenomena pelacuran. Benar bahwa tempat operasi jablay adalah mayofield mall, lapdek, alun-alun, dan selabintana. Daerah yang paling rame dan sebagai "pusat"nya adalah cianjur. D2o2 tidak menjelaskan apakah cianjur pusat pelacuran di jawa barat atau di Indonesia. Sementara menurut penuturannya juga, Garden City hanya tempat dimana perempuan melakukan "yang standar-standar aja". Maksud D2o2 adalah ciuman. Pocong 1 menambahkan grepe-grepe, dia mengiyakan. Pocong 2 juga menyatakan bahwa di halte pinggir GC itu kalo tengah malem banyak cewek-cewek berpakaian seronok berkumpul. Mungkin sedang menjajakan" dagangannya".
Penuturan yang sedikit mengejutkan yang dodonk berikan adalah bahwa banyak siswa sma sukabumi yang menjadi pelacur, baik itu dari sman1, sman2, sman3, pokoknya sma!Ada juga yang dari smp. Beu, budak leutik bau cingur jadi jablay, anjing! Tarip macem-macem, paling mahal 600ribu. Bego sekali, 600ribu untuk tiket neraka. Di Jakarta konon harga perawan itu 10juta masih laku. Ada juga yang tarifnya 200 ribu. Itu biasanya tante-tante. Bahkan ada yang gratis pula, asal si pelacur dibikin seneng dulu. Caranya bisa dibawa ke tempat wisata seperti puncak atau pelabuhan ratu. Cara ngedapetin jablay kalo mau gampang biasanya dari temen. Pocong 2 sempat bertanya soal latar belakang wanita menjadi pelacur. Si dodong menjawab, kadang pelacuran dilakukan Cuma buat seneng-seneng doang, atau bisa juga si cewek pelacur menginginkan suatu barang tapi kagak kebeli. Kalo bertanya langsung soal latar belakang nanti si cewek jablay bisa ngambek, soalnya ini menyangkut harga diri. Beu, pan pelacuran teh ngajual harga diri bagong! Ngomongkeun soal harga diri deuih... Kalo cewek yang keluar malem itu biasanya uniko. Kalo ada cewek jam 11an malem masih keluyuran bisa jadi itulah mereka sang pelacur sialan. Ditanya soal homo seks atau lesbian, si dodonk menuturkan memang ada. Tapi dia kurang tahu soal hal itu. Salah satu kasus yang dia ketahui hanya soal lesbian. Itu pun si dodong tahu karena mantan pacarnya adalah seorang lesbian. Si cewek nggak ngaku bahwa dia seorang lesbian, tapi si dodonk tau itu (bisa jadi ini Cuma prasangka aja). Soal hubungan seks di kelas, si dodonk mengaku tahu juga soal itu. Pasalnya pernah suatu ketika si dodonk ngumpul dengan teman-temannya di satu kelas. Di kelas itu hanya ada si dodonk dan temannya empat laki-laki dan empat perempuan. Si dodonk hanya menonton saja sedangkan kedelapan temannya ngesex. Katanya sih kalo cuman liat doang mah masih bisa nahan. Anjrit! Goblog pisan barudak ngora teh! Si dodong pun menceritakan pengalamannya ngesex, tapi sungguh tidak pantas untuk diceritakan. Soalnya kalo diceritakan tulisan ini bisa jadi tulisan porno!
Obrolan terus berlanjut hingga mayofield mall tutup. Si dodong bilang dia bisa bantu kalo mau wawancara lagi. Tindak lanjutnya silakan sms aja. Nah bagaimana tindak lanjut kedua pocong ini? Nantikan petualangan pocong berikutnya!
Jumat, 09 Januari 2009
An Interview With ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar