
Hohoho, belajar manipulasi foto nih tapi jelek terus. Biasanya gambarnya tuh rada-rada gak nyambung, jadi deh ogut blur-in aja biar gak terlalu keliatan :p
Jumat, 09 Januari 2009
Pocong Rider Start a New Adventure
Diposting oleh pocong rider di 01.58 0 komentar
Label: pocong art
The Capruk
Ada seorang lima anak. Sebut saja Tono ,Toni, dan Tino. Mereka makan permen sambil tidur nyenyak. Setelah permennya habis, merekapun pergi ke sungai untuk mandi. Disungai, mereka lupa akan misi utama mereka, yaitu mencari alien. Mereka malah mencari harta karun. Si Toni yang kakinya digigit onta berkata, "Hai, daku temukan sebuah laptop mahal!!" Katanya sambil mengambil onta itu dan menunjukkannya pada temannya. "Dasar bodoh! Itu kan satelit Palapa 1 yang kemaren jatuh karena kehujanan. Ayo kita kembalikan ke K.U.A. Kita akan dapat reward yang lumayan" timpal Tono. "Jangan!!!kita jual saja pada kaum kapitalis atau oportunis atau eksekutif dan sosialis serta liberalis. Mereka akan mereparasi satelit ini agar bisa berenang lagi.", Tino menambahkan.
Aneh? Emang! kayak gitulah sistem sekarang. Kayak gimana coba? Yak betul, NGACAPRUK! Demokrasi ,kapitalisme, HAM, Sekulerisme, dan Isme-isme yang lain semuanya gak nyambung sama hidup kita.Katanya pengen jaya, tapi demokrasi yang nipu malah dipake. Katanya pengen pinter, tapi pendidikan mahal. Katanya pengen bermoral tapi liberalisme dijunjung tinggi. Atuh sadayana oge makin kacau.
Tau nggak, kata catatan Kementrian Perumahan Rakyat awal Oktober 2007, 9,5 juta keluarga belom punya rumah (watir..), eh pejabat-pejabat di DPR malah mau ngerenovasi rumah dinasnya. Kocek yang dianggarkan berapa coba? 350miliar!!!Gelo,teu nyambung pisan pan!!?? Coba dibeliin kerupuk, ratusan ribu orang bakal mabok kurupuk! Kalo beli baso? Tukang baso sukses jadi juragan baso dan punya peternakan sapi. Terlebih lagi, 17500 keluarga insya Allah pingsan karena mendadak punya rumah sederhana seharga 20 juta. Lumayan kan mengurangi data statistik?
Mau yang lebih ngaco? Pemilu 2009 dananya dianggarkan 47,9 trilliun. Tapi katanya dipangkas jadi 10 trilliun lebih. Duit segitu sangat lebih dari cukup buat modal bikin usaha gorengan. Coba alokasinya buat ngasih modal rakyat kan lumayan bisa ngebasmi pangangguran. Kalo dipake buat demokrasi mah atuh hasilnya juga pemimpin yang ga amanah yang malah menshadaqohkan kekayaan negeri ke kaum kapitalis penjajah.
Wah, masih banyak daftar ke-ngacapruk-an sistem ini. Majalah murah kayak gini gak mampu nulisin semuanya. Semua ini salahnya manusia yang dengan sombong dan sok tau make sistem bobrok buat ngatur kehidupan. Padahal jelas-jelas cuma sistem Islam yang gak ngaco ciptaan Allah SWT (yang paling tau manusia) udah berhasil memakmurkan ribuan umat muslim lebih dari 1000 tahun. Karena selama sepuluh abad lebih itu Syariat Islam benar-benar tegak. Firman Allah SWT dalam surat Thaha ayat 24 :
"Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku(Al-Quran) maka baginyalah kehidupan yang sempit dan pada hari kiamat akan dikumpulkan dalam keadaan buta."
dan Al anfal ayat 24 :
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan"
Dua ayat itu ngebuktiin bahwa karena dibuangnya Syariat Islam lah yang menyebabkan kita hidup kayak gini. Hayo, ayat mana lagi yang bakal kita dustakan? Lagi pula banyak media yang sudah menelanjangi bobroknya sistem bikinan manusia. Sudah terlalu banyak bukti, sekarang tunggu apa lagi?Yah, balik lagi pada umat, apa mau terus ngaco dalam pimpinan penguasa ngaco yang nuntun pada kehinaan atau mau balik lagi pada Islam Rahmatan Lil ‘Alamin?
Wallahu a’lam.
Diposting oleh pocong rider di 01.46 0 komentar
Label: curhat
Normalisme Adalah Abnormal
Beberapa minggu yang lalu saya ngobrol dengan sahabat dekat saya. Entahlah siapa yang memulai obrolan dan sejak kapan obrolan itu dimulai. Apa yang kita obrolkan adalah "jalan hidup", dimana saya menjadikan Islam sebagai jalan hidup yang saya perjuangkan dan saya gunakan untuk menekan kekufuran, termasuk kekufuran yang sudah dianggap biasa (seperti pacaran, demokrasi, dll). Diapun sebenarnya seorang muslim, namun dia memilih islam yang "normal". "Saya mah normalisme ajah!", begitu dia bilang. Normalisme? Oh kawan, apa normalisme yang engkau maksud adalah bersikap seperti orang kebanyakan, termasuk diam menghadapi kekufuran dan netral, tidak berpihak pada "si ideologis islam" dan tidak pula masuk kedalam kekufuran? Oh kawan, normalisme yang kau maksud itu adalah abnormal.
Hidup jaman sekarang susah. Makan pake pajak, mandi bayar, sekolah apalagi, udah gitu penduduknya miskin pula. Orang-orang "normal" bilang, rakyat Indonesia tu pada males. Emang ga sepenuhnya salah, tapi apakah wajar jika setengah dari penduduk Indonesia (sekitar 100 juta lebih) miskin? Kalo miskinnya karena cacat sehingga gak bisa kerja, atau beberapa gelintir orang yang males sih normal-normal aja. Kemana matamu kawan? Lihat tukang becak yang berat mengayuh becaknya ditanjakan, apa dia malas? Lihat juga tukang delman, tiap hari mangkal, apa dia juga malas? Pedagang kaki lima, sopir-sopir angkot, penjaga sekolah yang rajin begadang, tukang mungutin sampah yang gak juga bersih, apa mereka semua pemalas dan cacat? Lalu kenapa dompet-dompet mereka tak kunjung tebal, padahal mereka rajin bekerja, bahkan lebih rajin daripada manusia-manusia yang cuma tidur di DPR dan wanita-wanita yang hanya bisa berjoget didepan pria-pria hidung belang. Apa kau pikir mereka miskin karena pendidikan mereka yang rendah? Siapa yang membuat biaya pendidikan mahal, sehingga anak-anak mereka ikut-ikutan berpendidikan rendah (yang berarti melestarikan kebodohan)? Belum lagi kekayaan alam kita yang disodakohkan habis-habisan dan uang rakyat yang dikorup. Mari samakan persepsi, kita tidak miskin, tapi dimiskinkan.
Uhh, Negara kita menggantung. Buang sajalah politik jika kau muak membicarakannya, mari kita bicara dengan kebudayaan kita. Animisme sudah sejak lama ditinggal mati para kakek-nenek yang menganutnya, tapi pada teknologi yang amat canggihpun kita belum sampai. Siapa orang Indonesia yang pernah menginjak bulan? Nini Anteh? aww man, itu dongeng waktu kita masih ngompol!!! Berhentilah belajar bodoh. Akui saja bahwa teknologi kita masih tertinggal. Indonesia memang sedang berkembang. Tapi berkembang kemana? Apakah turunnya peringkat pendidikan menjadi beberapa tingkat dibawah Malaysia itu sebuah perkembangan? Apakah berpakaian setengah telanjang didepan umum itu juga bentuk perkembangan moral? Apakah maraknya kasus mutilasi, pembunuhan, pencurian, pemerkosaan, dan hal-hal sialan lainnya itu semua perkembangan? Pergi kemana budaya timur kita? Indonesia didominasi orang muslim, tapi kenapa islam saat ini tidak jadi rahmatan lil alamin? Lalu apa yang berkembang? Oh iya, takhyul dan teknologi berhasil disatukan. Komputer zaman sekarang sudah bisa meramal. Tinggal ketik nama sendiri dan nama pasangan, maka hasil ramalan sudah bisa dilihat. Contoh, ketik saja Monyet Buduk dan pasangannya Anjing Gila, maka hasil ramalannya " Cinta anda akan langgeng". Bwahahaha!!!! Tolol sekali manusia yang percaya ramalan itu!!! Benar benar kemunduran berfikir, logika gak jalan. Mari kita ramal lewat handphone saja, ketik REG spasi NAMA spasi Zodiak. Eh, zodiakmu apa, embe badot atau raja singa? Mau tau zodiak ogut? Pegasus!!!
Eit, jangan dulu berhenti sobat. Kita lihat lagi hal-hal yang membuat kita muak. Akan kubuka matamu selebar mungkin dalam memandang kenyataan. Agar penyakit apatismu sembuh. Kita kan sahabat, takkan kubiarkan sahabatku penyakitan. Lihat sekarang Sukabumi, kota kecil dimana kita hidup. Ada banyak sekali wanita-wanita berpantat tepos memamerkan tali kutangnya (bibi saya pernah bilang, cewek baik-baik pantatnya monyong dan wajahnya bercahaya. Gak percaya? Silakan bandingkan wajah Artis tukang joget dengan wajah gadis paling alim dikampung anda!). Jangan tertawakan aku. Aku tak bermaksud memperhatikan pantat mereka. Aku tahu mereka tepos karena tiap hari aku lihat mereka. Kagak sengaja keliatan gitoh! Ada banyak juga pasangan yang bukan muhrim merayakan kematian seorang pendeta (valentine). Berjalan berpelukan. Berjanji sehidup semati. Sehidup sih iya. Kalo yang satu mati, emang yang satunya lagi mau ikut dikubur? Coba kau Tanya mereka, siapa tuhan mereka. Kebanyakan mereka pasti menjawab, Allah. Lalu kenapa mereka masih saja tak mau menuruti perintah Tuhannya? Kalo ditanya soal itu, biasanya mereka bikin alesan konyol. Mempererat silaturahmi lah, motivasi belajar lah, macem-macem. Berbagai dalih mereka keluarkan untuk membenarkan perbuatan mereka. Lalu kenapa tidak sekalian saja mereka korupsi dengan dalih untuk naik haji, merampok untuk sodakoh, atau maen santet untuk membunuh pejabat yang korup? Bukankah hal itu lebih berguna daripada mempererat silaturahmi melalui pacaran? Rupanya ada banyak sekali manusia-manusia munafik hidup didunia ini. Normalkah mereka?
Hah!? Apa!? Yang keras donk ngomongnya, gak kedengeran nih! Oh, kamu pacaran ya… Kok kamu pacaran sih, pacaran kan dilarang? Pacaran islami? Hahaha! Emang ada pacaran islami? Kalo kamu pacaran islami, ogut mau zina islami aja, korupsi islami, uniko islami, membangkang islami, bokep islami, mabok islami, dan islami apa lagi ya? Silakan tambah sendiri lah, kamu kan kreatif. Tunjukin dalil pacaran islami donk, ada gak? Sobat, zina itu jalan yang keji dan buruk. Udah keji buruk lagi! Gak usah pake istilah islami segala lah.
Liat wajahmu sepertinya kau mulai pusing. Ok, perkecil lingkupnya, kita bicarakan sekolah kita ok? Apatis, penyakit itulah yang menghinggapi otak teman-teman kita. Agustus lalu biaya SPP sekolah kita naik. Makin mahal! Muridnya? Makin mati! Beberapa hari lalu aku lihat juga di mading ada rumus menghitung keberuntungan. Mulai meramal! Yup, logika teman-teman kita telah mati. Setengah mati ketank, mati pisan mah parah teuing!!! Tambah lagi keanehan, ngelegalisir raport staff TU nyuruh kita ngisi kropak buat infak!!! Kita diperas!!! Harga LKS? Selangiiiit! Harga pengayaan?Dua lagiiiiit! Belum lagi kita akan menghadapi acara tahunan sekolah, mau ngundang bintang tamu segala, pungutan lagi coy! Teman-teman kita? Lagi mati, bobo karena tamparan hedonisme yang melenakan dan tak mau tahu dengan teman mereka yang kurang mampu. Empati udah mati. Brutal ya? Inilah keabnormalan, lawan kata dari normalisme yang kau banggakan. Beringas menghadapi penindasan.
Ya sudahlah jika kau muak dengan obrolan ini. Lagi pula akupun ikut muak. Pergi saja dengan penyakit apatismu. Tapi sebagai sahabat aku akan berusaha menyadarkanmu. Aku tahu dalam hati kau mengakui kebenaran yang aku sampaikan. Apatismu membuatmu tidak peduli lingkungan. Masa depan kita sebagai pemuda terancam hancur oleh penyakit apatis semacam itu. Apa yang akan kau lakukan jika masa depan yang hancur datang? Apa yang akan kau lakukan jika SPP mencapai 1 Milyar per bulan? Apa yang akan kau lakukan saat manusia berjalan dengan telanjang? Apa yang akan kau lakukan jika pajak semakin gila!? Saat itukah kau akan menjadi "tidak normal" dan memperjuangkan Islam, atau justru merengek meratapi hancurnya masa depan?
Silakan saja bila kau ingin tetap menganut "normalisme"mu dan netral. Tapi sadarilah, setiap jalan memiliki konsekwensi. Allah telah menyediakan surga bagi siapapun yang berjuang dijalan-Nya, dan neraka bagi siapapun yang membangkangi-Nya. Kalau kau pilih netral, dimana tempatmu nanti? Dan Allah tetap akan menghisab ke-normalisme-an mu. Kau akan dihukum karena kau netral(netral masuk neraka juga donk!).
Diposting oleh pocong rider di 01.43 0 komentar
Label: curhat
Psycho Pleasure
Sendirian di kamar, sunyi sepi, hening sekali. Inilah kerjaan seorang pengangguran (setidaknya itulah yang saya lakukan). Musik? Bosen…Radio? Alah...TV?... Ahhh bĂȘte!!! Tapi kalo dipikir-pikir, diem terus dikamar gawat juga. "Terisolasi" dari dunia luar. Bisa ketinggalan informasi!. Lagipula bukankah manusia itu makhluk sosial? Eh, jadi inget hikikomori.
Hikikomori adalah salah satu fenomena sosial di Jepang, negeri yang dikenal dengan manga dan HARAmJUKUt-nya. Fenomena ini rata-rata terjadi pada remaja berumur 13-15 tahunan. Mereka menarik diri dari dunia luar dan kemudian diam dikamar selama lebih dari enam bulan, (baru bisa disebut hikikomori kalo udah lebih dari enam bulan) bahkan ada yang bertahan sampai sepuluh tahun tanpa keluar. Edan tenan…Sehari-dua hari sih oke lah, sepuluh tahun apa enggak jamuran tuh? Terus mengurung diri tanpa punya teman, dan kemampuan hidup. Waktu dihabiskan dengan bermain game, mendengarkan musik, browsing internet, diam di depan komputer atau nonton TV (lebih parah daripada pengangguran kayak saya). Ada juga beberapa yang keluar dimalam hari untuk membeli CD game baru. Beberapa gelintir yang lain menggunakan internet dan handphone untuk berinteraksi dan membuat komunitas sesama hikikomori. 0_0! Hikikomori membuat pelakunya menjadi hilang empati. Semakin lama hikikomori dilakukan, semakin sulit pelakunya berinteraksi. Ketidakmampuan interaksi tersebut membuat pelaku hikikomori menjadi frustasi. Pelaku tiba-tiba menyerang orangtuanya, ada juga yang berteriak-teriak ketika orang-orang sedang tidur sebagai luapan kekesalan dan amarahnya. Jujur saya sempet heran ternyata ada juga orang yang melakukan hal seperti itu. Dan hal itu dilakukan bukan untuk mencari pujian agar masuk buku rekor.
Diperkirakan ada satu juta remaja jepang dan didominasi oleh remaja laki-laki melakukan hikikomori. Mereka melakukan ini karena beberapa faktor, biasanya karena tekanan dari luar yang dianggap terlalu berat. Tekanan dari orang tua, tekanan lingkungan, dan terutama tekanan dari sekolah. Ketika menempuh ujian, ada pemahaman pass or fail yang mengakibatkan stress level tinggi. Orang jepang terbiasa apa-apa teratur. Bahkan dalam peralatan sekolah sekalipun. Alat-alat sekolah dibeli di dalam sekolah sehingga terjadi keseragaman. Murid pindahan sekolah lain secara otomatis memiliki peralatan sekolah yang berbeda (seragam sekolah aja di jepang ditentuin sama sekolahnya, jadi satu sekolah dengan sekolah lain seragam sekolahnya beda). Dia yang berbeda cenderung tidak disukai. Ini menyebabkan ijime (bullying), yang bahkan anak SD aja bunuh diri karenanya.
Mengenai ijime sendiri sering terjadi pada mereka yang berbeda (penggunaan kata "mereka" disini aja diskriminatif banget!). Sekali lagi, orang yang berbeda cenderung tidak disukai. Misalnya, ada orang yang kerjanya lambat, anak yang bodoh, anak yang terlalu pintar, atau anak pindahan sekolah lain. Ijime di kalangan laki-laki biasanya kelihatan bekasnya, misalnya memar-memar karena dipukuli. Dikalangan perempuan lebih edan. Anak perempuan suka dikata-katai, diambil (maap) celana dalamnya untuk dijual, (yang mana laki-laki brengsek akan membelinya dengan harga jauh lebih mahal dari yang baru), diacuhkan, di tertawakan, ketika pelajaran olah raga waktu mengoper bola, bolanya sengaja tidak diambil, trus kalo ngoper ke dia (yang berbeda) dikasih bola yang susah kemudian ditertawakan bila gagal ditangkap. Pantas orang yang di ijime jadi stress dan bunuh diri karena enggak tahan. Anehnya, bila ada orang yang melakukan kejahatan dibawah umur cenderung dilindungi dari media dengan tidak menampilkan nama, inisial, dan wajah. Sekolah-sekolah banyak yang tidak mau mengakui di sekolahnya ada ijime. Faktanya ditutupi.
Mereka yang merasakan tekanan berat akhirnya melakukan hikikomori. Hikikomori memang bukan suatu solusi. Hikikomori dilakukan untuk menghindari tekanan (daripada harakiri?). Hikikomori dimungkinkan karena budaya jepang membiarkan seorang anak hidup dengan orang tua hingga melewati masa remaja. Juga karena orang tua memberi makan si pelaku hikikomori , walaupun sebenarnya orang tua khawatir anaknya tidak mampu hidup dengan kemampuan sendiri. Dr. Saito, seorang kritikus sosial berkata, "Di Jepang, hubungan ibu dan anak seringkali menjadikan mereka saling ketergantungan.Tak jarang, seorang anak yang berusia 30 atau 40 tahun, masih tinggal bersama ibu mereka,"
Selain hikikomori, bunuh diri juga ternyata menjadi budaya. Bahkan dipandang sebagai harga diri. Harakiri-menebas perut, sering kali kita lihat di film-film samurai. Zaman peperangan dulu, pihak yang kalah akan melakukan harakiri serentak daripada tunduk pada musuh. Bahkan diberitakan ada suatu kastil di jepang banjir darah saking banyaknya orang yang harakiri hingga noda darah di lantai dan di langit-langit tidak bisa dibersihkan sehingga masih bisa dilihat sampai sekarang. Serem juga. Kalo jaman dulu sekulerisme belum masuk jepang, terus agama yang mendominasi jepang saat itu kok bisa memiliki pandangan tentang bunuh diri sebagai perbuatan terhormat? Kacauuu!!! Berarti agama saat itu tidak mengajarkan bagaimana "bertawakal" (soalnya kata tawakal cuman ada di islam),tabah, memperbaiki hidup dari keterpurukan, dan makna perjuangan adalah usai setelah menemui kemenangan atau kekalahan. Anak istri jadi terkatung-katung. Entah apakah setelah itu keluarga mereka ikutan harakiri atau tidak.
Disuatu blog (saya lupa alamatnya), ada seorang penulis ikut berbagi pandangannya tentang fenomena bunuh diri. Menurutnya, bunuh diri disebabkan karena konsep yang mereka buat sendiri tentang sukses. Orang jepang punya stereotip tentang tahapan hidup, misalnya lulus kuliah jadi karyawan biasa, umur 40 menjadi kepala bagian, umur 50 menjadi kepala cabang, dst. Usia dan pendapatan berbanding lurus sehingga perusahaan menentukan besar gaji berdasarkan umur. Mungkin hal ini membuat mereka malas menikah di usia muda, meski golongan bapak akan kerepotan sendiri saat harus menemani anak berlari pada pesta olahraga di SD nanti. Dalam bidang pendidikan, banyak sekali bimbingan belajar di luar sekolah yang meyokong agar anak-anak menang bersaing masuk sekolah favorit, seorang anak harus meraih nilai tertentu untuk bisa lolos ke suatu sekolah. Belum ditambah tekanan untuk bisa eksis secara sosial, mulai masalah pakaian, gaya hidup, sampai memiliki pasangan. Kegagalan dalam tahapan itu akan menciptakan dunia baru, seperti munculnya istilah hikikomori, gyaru, ganguro,(apa nih?) dkk (gyaru = girl : kelompok wanita remaja dengan dandanan aneh, usaha penciptaan komunitas baru yang menjamin mereka eksis secara sosial? ). Yang lebih parah, kelompok bunuh diri bersama: perjanjian bunuh diri bersama, dan sempat menjadi tren menghirup gas monoksida di dalam mobil!!!
Adalagi yang rada sereman dari korea, Buku Kutukan! Buku berwarna merah berisi kolom nama calon terkutuk, kata-kata kutukan yang dituliskan sendiri, lengkap dengan gambar boneka sihir rebah yang siap ditusuk-tusuk (dikatakan kawai (=imut??)). Mirip Deathnote ,siapa yang namanya tertulis dalam catatan ini akan mati! Masalahnya buku kutukan ini laris dibeli oleh anak-anak SD, sedini inikah pikiran mereka dipenuhi dengan nafsu mengutuk?
Benar-benar memprihatinkan, bahkan di suatu blog (yang ini juga lupa alamatnya) ada kisah yang lebih menyeramkan! Seorang Indonesia yang berkunjung ke jepang berbagi pengalamannya dalam blog tsb. Katanya, dijepang tuh banyak orang aneh. Ada yang baru aja kenal, tengah malemnya nelpon minta nginep! Ada yang kalo ngobrol gak berhenti-berhenti, ada yang selalu ngomong dengan topik diri sendiri (narsis), ada yang kalo ngeliat orang "aneh" (orang aneh jepang menganggap orang Indonesia itu aneh) trus dikuntit sampe orang yang diikutin itu ketakutan, eh ujung-ujungnya cuman minta foto bareng. Malah di TV jepang (kalo di Indonesia barangkali sejenis Buser) ada ibu yang membunuh anaknya biar bisa bermesraan dengan pacar barunya, memaksa anaknya makan sampah, kasus pembunuhan berantai pada gelandangan, bahkan ada guru SD yang bikin website isinya foto-foto anak kecil (maap) telanjang dan foto mayat-mayat anak kecil. Bener-bener psycho!!! Serem gak tuh!?
Nah lho! Sekering itukah jiwa spiritual manusia diluar Indonesia sana? Kurang sekali siraman rohani. Agama non islam yang mendominasi jepang dan sistem sekuler yang diterapkan secara global ternyata sukses membuat manusia sakit mental. Hikikomori dan harakiri adalah tanda seorang manusia cepat putus asa. Tidak mau menghadapi tantangan. Lari dari tanggung jawab. Tidak mau bangkit dari keterpurukan. Dan itulah mental seorang pengecut. Dan budaya pop lain juga mambuat mental rusak berat. Harus direhabilitasi tuh mereka. Hanya islam yang mengajarkan tawakal, tabah, tahan banting, dll-dll. Silakan cari ajaran islam dimana aja, asal jangan hikikomori di dalem gua. Itu mah namanya bertapa cari wangsit. Gimana nih remaja yang suka ikut-ikutan jepang-jepangan, yang namanya juga dijepang-jepangin, mau ikut hikikomori dan harakiri juga?
Eh, gimana kalo Indonesia hikikomori aja biar gak ada intervensi asing? Temen-temen juga hikikomori aja. Bangun tengah malem trus ke WC ambil wudhu, tahajud deh. Dijamin bermanfaat.
(berbagai sumber)
Diposting oleh pocong rider di 01.43 3 komentar
Fine Hypocrites
Apa itu islam? Pertanyaan yang terdengar sederhana itu saya lontarkan pada beberapa rekan saya di sekolah. Jawaban mereka rata-rata sama, "Agama yang diridoi Allah yang menunjukkan jalan kebenaran berujung kebahagiaan". Jawaban yang ternyata sederhana pula.
Bila dilihat dari bahasa, kata Agama berasal dari bahasa Sanskerta yaitu "a" yang berarti "tidak" dan "gama yang berarti "kacau". Dari sini saja sudah bisa kita simpulkan apa tujuan dari suatu agama. Namun jika pengertian agama hanya sebatas itu saja sangat tidak tepat.
Islam adalah agama (lebih tepatnya dien) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur manusia dengan Penciptanya, dirinya sendiri dan sesama manusia . Islam pun seringkali diartikan kerelaan dari seseorang untuk menjalankan perintah Tuhan dan mengikutinya. Sebenarnya ada banyak sekali definisi mengenai Islam, namun bukan definisi Islam yang akan saya bicarakan. Tapi pantas atau tidaknya seseorang diakui beragama Islam.
Islam merupakan suatu tingkatan hidup manusia. Seorang manusia tidak pantas disebut muslim sebelum beriman. Iman sendiri adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.Iman dicapai setelah seseorang meyakini akan adanya Allah, malaikat, rasul, kitab, kiamat, serta qodo dan qodar (rukun iman). Cara beriman yang paling baik sendiri adalah berfikir cemerlang tentang apa yang ada sebelum kehidupan, tujuan manusia hidup, dan ada apa setelah kehidupan berakhir. Bila persoalan yang mendasar ini terjawab dengan benar, besar kemungkinan iman orang tersebut kuat dan orientasi hidupnya terarah dengan baik.
Setelah manusia mengimani dan menyadari seluruh rukun iman, dan percaya dengan kebenaran Nabi Muhammad SAW dengan sendirinya manusia itu akan memasuki tahapan Islam yang ditandai dengan diucapkannya Syahadat dan membuktikannya dengan shalat, zakat, shaum, dan haji bila mampu, serta mematuhi perintah Allah dengan penuh kerelaan .Dari realitas kita sekarang ini Islam hanya sekedar identitas belaka. Banyak orang yang mengaku muslim tapi perilakunya tidak Islami. Dari sini timbul pertanyaan, "Sudah Islamkah kita?"Untuk menjawab pertanyaan ini kita ambil suatu contoh.
Kita tahu rukun Islam yang pertama adalah Syahadat. Seseorang bila telah bersyahadat berarti telah masuk Islam dan harus menjalani konsekuensi dari syahadat itu, yaitu patuh dan taat. Ketika seseorang yang mengaku muslim mendengar Adzan maka timbul kewajiban yang harus dilaksanakan yaitu Shalat. Namun bila orang tersebut tidak melaksanakan kewajibannya terlihatlah bahwa Syahadatnya hanya diucapkan dengan lisan, tidak dibuktikan dengan perbuatan, dan ini tidak sesuai dengan arti dari Iman. Apa yang dia tuhankan saat itu? Apakah pantas dia disebut seorang Muslim sedangkan tahapan Iman sendiri belum dia capai?
Dari analogi tersebut muncul pertanyaan, "Berarti kita dan semua orang yang bersyahadat tapi terus bermaksiat tidak bisa disebut muslim?". Memang terdengar sadis bila kita menyebut orang seperti itu kafir. Mungkin lebih halus lagi disebut, "iman yang belum sempurna". Tapi sepertinya wajar mereka mendapat "gelar" tersebut mengingat Allah SWT telah berbaik hati dengan bertindak tegas bahwa manusia telah diberi kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau yang salah yang akan ditempuh. Tinggal kita gunakan saja akal yang telah dianugrahkan. Bukankah sudah fitrah manusia ingin mengikuti kebenaran?
Diposting oleh pocong rider di 01.37 0 komentar
An Interview With ...
Warning, Jablai disini bukan artinya Jarang Dibelai, tapi Jarang enggak Dibelai, soalnya mana ada pelacur yang kagak dibelai!?
Sabtu malam, 21 juni 2008
Hari itu pocong bersama teman pocong yang berprofesi sebagai pocong juga keluar malem mingguan mencari mangsa. Kita sekadar ingin tahu mengungkap prostitusi pelajar di sukabumi. Juga sebagai lanjutan hasil investigasi pocong sebelumnya yang enggak dipublikasikan di d’rise. Karena namanya sama-sama pocong, maka kita kasih aja codename pocong 1 dan pocong 2. Pocong 2 bilang ke pocong 1 kemaren pocong 3 ikut nimbrung sama orang yang lagi ngobat. Pocong 3 duduk bersebelahan orang yang lagi sakaw." Wow!Seru nih", pikir pocong 1. "Serem juga sih"
Akhirnya dengan berbekal tiga potong martabak manis seharga 5000 pocong 1 dan pocong 2 berangkat memulai misi. Tak lupa berdo’a kepada Allah atas apa yang akan kita ungkap. Sebagai awalan, kedua pocong nongkrong di alun-alun sambil menikmati martabak dan berkomunikasi dengan seorang informan independent melalui sms. Dari beberapa sms pocong dapet info beberapa tempat operasi pelacur adalah di Lapdek, alun-alun, mayofield mall, dan Dago (Dago disini nama tempat di Sukabumi, bukan Bandung. Cukup sulit untuk membedakan pelacur dan bukan, tapi sang informan menyarankan agar pocong mendekati wanita yang sedang sendirian atau berdua.
Di mesjid agung pocong 3 datang. Mungkin dia mau ikut gabung. Tapi usai shalat magrib, pocong 3 pergi membeli gorengan. Tapi entahlah, setelah beberapa kali sms dan miscall pocong 3 tak kunjung berkumpul kembali. Mungkin pocong 3 ingin menikmati gorengan sendirian. Padahal di tas pocong 1 ada sisa martabak. Ya sudahlah, perburuan kita mulai.
Lapang merdeka. Malam minggu yang keadaannya ada yang gelap, ada yang remang, ada yang terang. Muda-mudi tak tahu malu berkumpul dengan pacarnya masing-masing. Sementara kita (pocong 1 dan pocong 2) berkeliling mencari keanehan. Tapi ternyata malam minggu ini kurang lebih sama saja dengan malam minggu yang lain. Hanya saja sekarang ada panggung hiburan. Tak berapa lama kedua pocong duduk ikut berkerumun bersama mereka yang pacaran sambil menghabiskan sisa martabak. Mata dan telinga benar-benar dipasang. Tapi hal yang dicari-cari tak kunjung datang. Mungkin kurang malem.
Kedua Pocong pun mengalihkan perburuan ke mayofield mall. Tak disangka di depan pintu gerbang pocong 1 bertemu dengan salah satu teman lamanya. Dia usianya beberapa tahun lebih tua dari pocong 1. Pocong 1 kemudian menjadikan dia sebagai informan independen. Informan independen ini rupa-rupanya adalah seorang pengguna jablay (pocong 1 terkejut juga setelah tau temen sendiri jadi ancur). Apa boleh buat, tak ada jablaynya maka pelanggannyalah yang pocong korek keterangan darinya. Codename informan itu "D2O2". Setelah basi-basi yang sangat sebentar, pocong nyeletuk "Eh, bantu cariin jablay dong!". Tak disangka D2o2 mengiyakan! Sang informan kemudian meminta nomor hp pocong dengan alasan nanti mau di misscall. Sip! Pocong 1 kemudian melaporkan hasil basa-basi itu pada pocong 2 yang menunggu depan gerbang mayofield selama pocong 1 basa-basi. Kedua pocong senang. Masuklah kedua pocong ke mayofield mall dengan hati girang kemudian masuk toko buku untuk menunggu misscall. Nggak lama eh si D2o2 ngesms. "lagi dimana?". Kemudian pocong 1 meminta bertemu di depan pintu masuk mall.
Singkatnya bertemulah kedua pocong dengan sang informan. Setelah pocong 2 berkenalan langsung sang informan dibrondong pertanyaan. Dengan obrolan ringan sambil jongkok depan pintu mall, D2o2 menjawab dengan blak-blakan. Informasinya sebenarnya tidak jauh dengan gossip yang kadang-kadang meluncur dari mulut remaja laki-laki tentang fenomena pelacuran. Benar bahwa tempat operasi jablay adalah mayofield mall, lapdek, alun-alun, dan selabintana. Daerah yang paling rame dan sebagai "pusat"nya adalah cianjur. D2o2 tidak menjelaskan apakah cianjur pusat pelacuran di jawa barat atau di Indonesia. Sementara menurut penuturannya juga, Garden City hanya tempat dimana perempuan melakukan "yang standar-standar aja". Maksud D2o2 adalah ciuman. Pocong 1 menambahkan grepe-grepe, dia mengiyakan. Pocong 2 juga menyatakan bahwa di halte pinggir GC itu kalo tengah malem banyak cewek-cewek berpakaian seronok berkumpul. Mungkin sedang menjajakan" dagangannya".
Penuturan yang sedikit mengejutkan yang dodonk berikan adalah bahwa banyak siswa sma sukabumi yang menjadi pelacur, baik itu dari sman1, sman2, sman3, pokoknya sma!Ada juga yang dari smp. Beu, budak leutik bau cingur jadi jablay, anjing! Tarip macem-macem, paling mahal 600ribu. Bego sekali, 600ribu untuk tiket neraka. Di Jakarta konon harga perawan itu 10juta masih laku. Ada juga yang tarifnya 200 ribu. Itu biasanya tante-tante. Bahkan ada yang gratis pula, asal si pelacur dibikin seneng dulu. Caranya bisa dibawa ke tempat wisata seperti puncak atau pelabuhan ratu. Cara ngedapetin jablay kalo mau gampang biasanya dari temen. Pocong 2 sempat bertanya soal latar belakang wanita menjadi pelacur. Si dodong menjawab, kadang pelacuran dilakukan Cuma buat seneng-seneng doang, atau bisa juga si cewek pelacur menginginkan suatu barang tapi kagak kebeli. Kalo bertanya langsung soal latar belakang nanti si cewek jablay bisa ngambek, soalnya ini menyangkut harga diri. Beu, pan pelacuran teh ngajual harga diri bagong! Ngomongkeun soal harga diri deuih... Kalo cewek yang keluar malem itu biasanya uniko. Kalo ada cewek jam 11an malem masih keluyuran bisa jadi itulah mereka sang pelacur sialan. Ditanya soal homo seks atau lesbian, si dodonk menuturkan memang ada. Tapi dia kurang tahu soal hal itu. Salah satu kasus yang dia ketahui hanya soal lesbian. Itu pun si dodong tahu karena mantan pacarnya adalah seorang lesbian. Si cewek nggak ngaku bahwa dia seorang lesbian, tapi si dodonk tau itu (bisa jadi ini Cuma prasangka aja). Soal hubungan seks di kelas, si dodonk mengaku tahu juga soal itu. Pasalnya pernah suatu ketika si dodonk ngumpul dengan teman-temannya di satu kelas. Di kelas itu hanya ada si dodonk dan temannya empat laki-laki dan empat perempuan. Si dodonk hanya menonton saja sedangkan kedelapan temannya ngesex. Katanya sih kalo cuman liat doang mah masih bisa nahan. Anjrit! Goblog pisan barudak ngora teh! Si dodong pun menceritakan pengalamannya ngesex, tapi sungguh tidak pantas untuk diceritakan. Soalnya kalo diceritakan tulisan ini bisa jadi tulisan porno!
Obrolan terus berlanjut hingga mayofield mall tutup. Si dodong bilang dia bisa bantu kalo mau wawancara lagi. Tindak lanjutnya silakan sms aja. Nah bagaimana tindak lanjut kedua pocong ini? Nantikan petualangan pocong berikutnya!
Diposting oleh pocong rider di 01.35 0 komentar
Label: curhat

