Apa itu islam? Pertanyaan yang terdengar sederhana itu saya lontarkan pada beberapa rekan saya di sekolah. Jawaban mereka rata-rata sama, "Agama yang diridoi Allah yang menunjukkan jalan kebenaran berujung kebahagiaan". Jawaban yang ternyata sederhana pula.
Bila dilihat dari bahasa, kata Agama berasal dari bahasa Sanskerta yaitu "a" yang berarti "tidak" dan "gama yang berarti "kacau". Dari sini saja sudah bisa kita simpulkan apa tujuan dari suatu agama. Namun jika pengertian agama hanya sebatas itu saja sangat tidak tepat.
Islam adalah agama (lebih tepatnya dien) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur manusia dengan Penciptanya, dirinya sendiri dan sesama manusia . Islam pun seringkali diartikan kerelaan dari seseorang untuk menjalankan perintah Tuhan dan mengikutinya. Sebenarnya ada banyak sekali definisi mengenai Islam, namun bukan definisi Islam yang akan saya bicarakan. Tapi pantas atau tidaknya seseorang diakui beragama Islam.
Islam merupakan suatu tingkatan hidup manusia. Seorang manusia tidak pantas disebut muslim sebelum beriman. Iman sendiri adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.Iman dicapai setelah seseorang meyakini akan adanya Allah, malaikat, rasul, kitab, kiamat, serta qodo dan qodar (rukun iman). Cara beriman yang paling baik sendiri adalah berfikir cemerlang tentang apa yang ada sebelum kehidupan, tujuan manusia hidup, dan ada apa setelah kehidupan berakhir. Bila persoalan yang mendasar ini terjawab dengan benar, besar kemungkinan iman orang tersebut kuat dan orientasi hidupnya terarah dengan baik.
Setelah manusia mengimani dan menyadari seluruh rukun iman, dan percaya dengan kebenaran Nabi Muhammad SAW dengan sendirinya manusia itu akan memasuki tahapan Islam yang ditandai dengan diucapkannya Syahadat dan membuktikannya dengan shalat, zakat, shaum, dan haji bila mampu, serta mematuhi perintah Allah dengan penuh kerelaan .Dari realitas kita sekarang ini Islam hanya sekedar identitas belaka. Banyak orang yang mengaku muslim tapi perilakunya tidak Islami. Dari sini timbul pertanyaan, "Sudah Islamkah kita?"Untuk menjawab pertanyaan ini kita ambil suatu contoh.
Kita tahu rukun Islam yang pertama adalah Syahadat. Seseorang bila telah bersyahadat berarti telah masuk Islam dan harus menjalani konsekuensi dari syahadat itu, yaitu patuh dan taat. Ketika seseorang yang mengaku muslim mendengar Adzan maka timbul kewajiban yang harus dilaksanakan yaitu Shalat. Namun bila orang tersebut tidak melaksanakan kewajibannya terlihatlah bahwa Syahadatnya hanya diucapkan dengan lisan, tidak dibuktikan dengan perbuatan, dan ini tidak sesuai dengan arti dari Iman. Apa yang dia tuhankan saat itu? Apakah pantas dia disebut seorang Muslim sedangkan tahapan Iman sendiri belum dia capai?
Dari analogi tersebut muncul pertanyaan, "Berarti kita dan semua orang yang bersyahadat tapi terus bermaksiat tidak bisa disebut muslim?". Memang terdengar sadis bila kita menyebut orang seperti itu kafir. Mungkin lebih halus lagi disebut, "iman yang belum sempurna". Tapi sepertinya wajar mereka mendapat "gelar" tersebut mengingat Allah SWT telah berbaik hati dengan bertindak tegas bahwa manusia telah diberi kebebasan untuk memilih jalan yang benar atau yang salah yang akan ditempuh. Tinggal kita gunakan saja akal yang telah dianugrahkan. Bukankah sudah fitrah manusia ingin mengikuti kebenaran?
Jumat, 09 Januari 2009
Fine Hypocrites
Diposting oleh pocong rider di 01.37
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar